ragam

5 Kuliner Bekasi, Kombinasi Antara Kuliner Sunda dan Betawi

Selasa, 26 Mei 2026 | 15:30 WIB
Warna gelap di gabus pucung berasal dari kluwek, atau pucung dalam bahasa Betawi. (senibudayabetawi.com)

Kabar BUMN - Secara geografi, posisi Bekasi sangatlah unik. Kota ini berada di antara daerah Jawa Barat dan Jakarta.

Ini membuat daerah Bekasi dihuni masyarakat suku Betawi dan Sunda.

Selain kekayaan budaya, kombinasi keduanya menghasilkan kuliner tradisional Bekasi.

Beberapa kuliner ini masih bisa ditemui di sejumlah rumah makan tradisional.

Baca Juga: Liburan ke Jakarta? Ini 5 Destinasi Wisata Favorit yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan

Sayur gabus pucung
Menu yang dipengaruhi kuliner Betawi ini jadi antaran saat tradisi nyorog menyambut Ramadan.

Gabus dipilih karena pada masa penjajahan Belanda penduduk tidak punya bahan makanan dan harus mencarinya.

Untuk membuatnya, ikan gabus digoreng kering, setelah itu dituang kuah rempah berwarna hitam pekat.

Saat ini sayur gabus pucung mulai langka karena sulitnya menemukan ikan gabus.

Baca Juga: 7 Minuman Sehat Saat Iduladha, Bantu Redakan Efek Kebanyakan Makan Daging Kurban

Bandeng rorod khas Cikarang, ibu kota Kabupaten Bekasi. (Kompasiana/Rachmah Dewi)

Bandeng rorod
Dalam bahasa Betawi, dirorod artinya ditarik.

Ini merujuk pada proses memasak ikan yang telah dipisahkan tulang dan durinya dari daging ikan.

Setelah itu daging dibumbui lalu dimasukkan lagi pada tubuh ikan bandeng dan dikukus.

Rasanya gurih, teksturnya empuk karenanya sangat disukai anak-anak dan lansia.

Halaman:

Tags

Terkini