ragam

Yadnya Kasada 2026 di Bromo, Tradisi Suci Suku Tengger yang Sarat Makna

Kamis, 4 Juni 2026 | 15:30 WIB
Mengenal Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo, mulai dari sejarah, prosesi ritual, legenda Rara Anteng-Jaka Seger hingga maknanya. (suarapena.com)

Kabar BUMN - Upacara Yadnya Kasada kembali digelar di kawasan Gunung Bromo pada 2026 dan menjadi salah satu momen budaya paling sakral bagi masyarakat Suku Tengger.

Tradisi tahunan ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah dan rasa syukur, tetapi juga simbol kuat pelestarian warisan leluhur yang terus dijaga lintas generasi.

Ribuan umat Hindu Tengger pun memadati kawasan Bromo untuk mengikuti rangkaian ritual yang berlangsung khidmat.

Baca Juga: Rig PDSI#05.2 Catat Capaian Positif, Temukan Fluida Minyak dan Gas di Prabumulih

Ribuan Warga Tengger Ikuti Ritual Yadnya Kasada 2026

Yadnya Kasada 1948 Saka atau 2026 Masehi berlangsung di kawasan Pura Luhur Poten, lautan pasir Gunung Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur pada Senin (1/6/2026) dini hari.

Ritual tahunan ini dihadiri ribuan masyarakat Hindu Tengger dari berbagai wilayah di sekitar Gunung Bromo. Sejumlah pejabat daerah juga turut hadir, termasuk Bupati Probolinggo Mohammad Haris dan Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ.

Baca Juga: Sambut Libur Sekolah, PELNI Beri Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen

Bagi masyarakat Tengger, Yadnya Kasada bukan sekadar agenda tahunan. Tradisi ini menjadi ruang spiritual untuk mempererat hubungan dengan leluhur sekaligus menjaga nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.

Rangkaian Prosesi Yadnya Kasada di Gunung Bromo

Pelaksanaan Yadnya Kasada diawali dengan keberangkatan umat dari kawasan gerbang Cemara Lawang dan Dingklik menuju Pura Luhur Poten yang berada di area pasir Gunung Bromo.

Baca Juga: PHI Lampaui Target RKAP 2025, Produksi Migas Jadi yang Pertama dalam Lima Tahun Terakhir

Sesampainya di lokasi, umat menjalani sejumlah tahapan ritual adat dan keagamaan, antara lain:

  • Mekakat pembuka
  • Pembacaan sejarah Kasada
  • Puja Stuti oleh para Dukun Pandita se-Kawasan Tengger
  • Mulunen
  • Mekakat penutup atau wayon

Setiap prosesi diiringi doa-doa sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta ungkapan syukur kepada Sang Hyang Widhi atas berkah yang diterima masyarakat.

Baca Juga: Turun Ratusan Anak Tangga, Hadiahnya Pantai Cantik yang Masih Sepi di Bali

Pengukuhan Dukun Pandita Baru

Pada Yadnya Kasada 2026, terdapat pula prosesi pengukuhan tiga Dukun Pandita baru dari wilayah Tengger.

Ketiga tokoh spiritual tersebut berasal dari:

Halaman:

Tags

Terkini