Kabar BUMN - Lokasinya yang strategis telah menempatkan Jakarta jadi sebuah melting pot sejak beratus-ratus tahun lalu.
Di sini pernah singgah dan tak sedikit yang tinggal berbagai suku bangsa dan etnis yang kemudian mengelompok di lokasi-lokasi tertentu. Kelompok itu lalu membangun berbagai perkampungan.
Di HUT Jakarta yang ke 496 tahun ini, kampung-kampung tersebut memang sudah tidak lagi didominasi etnis tertentu. Meskipun demikian, namanya terus melekat.
Baca Juga: Manfaatkan Liburan Panjang Anak-anak, Lakukan Aktivitas Kreatif Bersama di Rumah
Berikut beberapa ‘kampung’ yang sudah ada sejak dulu.
1. Kampung Bali
Nama kampung Bali diambil karena etnis pertama yang tinggal di situ memang bersuku Bali. Kampung Bali yang berlokasi di daerah Tanah Abang ini pada sensus tahun 1683 dihuni sekitar 14.259 orang dari Bali.
Mereka umumnya dibawa ke Batavia sebagai budak tawanan oleh pemerintah VOC. Di antara mereka yang tinggal di Kampung Bali pada abad ke 16, hanya sekitar 981 orang yang statusnya bukan budak.
Baca Juga: 7 Jenis Teh Terbaik yang Bisa Memperpanjang Usia Anda
2. Kampung Melayu
Kampung Melayu yang berlokasi di Jatinegara Jakarta Timur, dulunya tempat tinggal pasukan suku melayu.
Pasukan melayu ini dipimpin Kapiten Wan Abdul Bagus, seorang Betawi keturunan Patani, Thailand. Bisa dibilang dialah pendiri munculnya Kampung Melayu.
Ada yang bilang kalau Kapiten Wan Abdul Bagus ini memimpin sekitar 3000 prajurit, tapi data lain menyebutkan dia hanya memimpin sekitar 130 prajurit.
Semua anak buah VOC yang ada di bawah pimpinannya ditempatkan di satu tempat khusus dan diberi nama Kampung Melayu.
Walau prajurit VOC sudah tidak ada lagi sejak abad 18 tetapi nama Kampung Melayu tetap dipertahankan.
Baca Juga: 10 Cara Mengurangi Keringat Berlebih di Ketiak Apalagi di Musim Panas