ragam

Jajanan Tradisional Yogyakarta yang ‘Ngangeni’ dan Membuat Ketagihan

Rabu, 14 Juni 2023 | 06:00 WIB
Tugu Yogyakarta. (Asep Sofyan/Pexels)

Di Yogyakarta banyak ditemui emping dengan berbagai ukuran. Mulai dari ukuran yang sangat kecil sebesar uang koin , ukuran sedang hingga ukuran yang sangat besar sebesar piring. Di pasar tradisional seperti Beringharjo dijual dalam bentuk mentahan. Anda bisa membeli dalam satu besekan.

Kalau malas menggoreng, yang sudah jadi dalam berbagai ukuran pun tersedia. Selain yang rasanya gurih, ada pula yang rasanya manis pedas. Sangat nikmat untuk jadi camilan sore hari.

Baca Juga: 5 Minuman Terbaik untuk Meredakan Nyeri Haid

Jadah manten (mbizmarket.co.id)

4. Jadah Manten
Jajanan yang satu ini termasuk sulit ditemui di Yogyakarta. Dulu jajanan ini hanya untuk keluarga keraton, tapi sekarang sudah bisa dinikmati oleh siapa saja. Umumnya penjualnya muncul di acara atau festival tertentu saja.

Jadah manten sepintas mirip lemper yang dibungkus dengan telur dadar. Terbuat dari ketan, santan dan isian daging; ayam atau sapi. Lalu, dibakar dan dibungkus dengan telur dadar. Ukurannya lebih besar dari lemper, sekitar 7 cm, lebar 4 cm dan tinggi 3 cm.

Nama jadah manten digunakan karena kue ini jadi seserahan pengantin pria untuk penganti perempuan. Filosofinya, semoga pasangan suami istri ini akan lengket seperti jadah.

Baca Juga: 7 Tanda Anda Harus Segera Mencari Pekerjaan Baru

Tiwul (pertanianku.com)

5. Tiwul
Tiwul adalah panganan khas daerah Gunung Kidul dan Wonogiri. Tiwul terbuat dari ketela pohon atau singkong. Bagi masyarakat setempat tiwul sering digunakan sebagai pengganti nasi. Namun sekarang panganan ini bisa dimakan kapan saja, bahkan dijadikan camilan.***

Halaman:

Tags

Terkini