Film Kutukan Peti Mati, Ini Alasan Sutradara Mau Garap Film Perdana Balai Pustaka

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 21 Juni 2023 | 12:06 WIB
Poster film Kutukan Peti Mati yang dipersembahkan Balai Pustaka. (Istimewa)
Poster film Kutukan Peti Mati yang dipersembahkan Balai Pustaka. (Istimewa)

Kabar BUMN - Untuk kali pertama, Balai Pustaka menggarap sebuah film dan tidak tanggung-tanggung langsung yang bertemakan horor, yakni Kutukan Peti Mati.

Trailler official film Kutukan Peti Mati yang diproduksi Adroit Indonesia telah tayang secara eksklusif di channel youtube cinema 21 pada Selasa, 20 Juni 2023 tepat pukul 12.00 wib.

Film besutan sutradara Irham Acho Bahtiar ini diangkat dari novel Sarchophagus Onrust yang menceritakan tentang tragedi sejarah yang pernah terjadi di Kepulauan Onrust.

Baca Juga: IDSurvey Turut Menyukseskan Peluncuran Satelit SATRIA Terbesar Se-Asia Sebagai Konsultan Pengawas Independen

Hal tersebut menjadi salah satu alasan kuat Acho – sapaan akrab - saat diminta untuk menggarap film perdana dari Balai Pustaka tersebut. Sebelumnya, Acho telah menggarap beberapa film dengan genre komedi.

Acho menerangkan pada awalnya ia menghindari genre horor, terutama yang murni seperti pocong-pocongan dan kuntilanak. Karena cerita horor berasal dari novel Sarcophagus Onrust ini tidak seperti horor lainnya, maka ia pun menerimanya.

Lebih lanjut, Acho menjelaskan ketertarikannya terhadap film Kutukan Peti Mati karena memiliki jalan cerita yang unik. Memadukan sebuah sejarah yang pernah terjadi dan sebuah cerita fiksi menjadi film yang menarik untuk layak ditonton dan dinikmati penikmat film nantinya.

Baca Juga: Angkat Tema Transisi Energi, 24 Karya Jurnalistik Nasional Raih PLN Journalist Award 2022

“Nah itu yang menurut saya di Indonesia jarang diangkat, karena sedikit fantasi itu yang saya suka, dan tidak terlalu banyak hantu-hantu yang biasanya apa ya orang bilang sudah terlalu biasa begitu,” terangnya.

Ia tambahkan, “Kalau di sini ceritanya lebih banyak menjual tentang misteri teka-teki dan punya sesuatu. Hantu-hantu yang cukup unik yang mungkin jarang-jarang pernah ada juga, jadi itu yang membuat saya tertarik waktu melihat cerita ini.”

Film yang digarap pada pertengahan tahun 2019 lalu ini tidak hanya menampilkan pemain muda seperti Yoriko Angeline (Susan), Aliff Alli (Bram), Cristina Danilla (Maria Van de Velde), Eryck Amaral (Jan Koenraad).

Baca Juga: Penting Bagi Perusahaan, ASDP Terus Tingkatkan Layanan Prima Pengguna Jasa di Bidang Transformasi Digital

Tetapi juga diperkuat pemain senior seperti Donny Damara (Prof. Daniel), Dewi Rezer (Prof. Tarina), Mathias Muchus (Pak Ibrahim Kakek Susan), Egi Fedly (Hasan), Ray Sahetapy (Dr. Victor). dan Wina Marino (Ibunda Susan).

Bagi Acho, bisa mengarahkan langsung para pemain muda dan senior adalah hal yang menyenangkan, dan tidak menemukan kesulitan saat di lokasi syuting. Namun Acho tidak memungkiri kesulitan yang dihadapi saat mengarahkan para pemain figuran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini