“Yang justru menurut saya kesulitannya adalah ketika mengarahkan para pemeran figuran orang asing itu. Orang-orang asing itu kan karena cukup banyak mereka di sini. Jumlahnya puluhan hingga ratusan, itu cukup banyak jadi itu justru disitu (kesulitannya),” terang Acho.
Baca Juga: Pertamina Setorkan PBBKB Total 1,9 T untuk Wilayah Sulawesi
Diceritakannya, sesuai novel Sarcophagus Onrust, syuting dilakukan di Pulau Onrust, pemain figuran pun semuanya di-brief sesudah berada di sana.
“Karena Onrust itu pulaunya agak jauh jadi harus nginep. Jadi kita akhirnya dirikan tenda-tenda seperti tenda tentara itu, semua nginep di situ di tenda itu,” akunya.
Sedikit tentang film-film yang pernah digarap Irham Acho Bahtiar. Sejak 2010 lalu, fiilm seperti Melody Kota Rusa (2010), Epen Cupen The Movie (2015), Security Ugal-ugalan (2017), Molulo: Jodoh Tak Bisa Dipaksa (2017), Bodyguard Ugal-ugalan (2018), Horas Amang: Tiga Bulan untuk Selamanya (2019), Molulo 2: Jodohku yang Mana? (2020) sudah ditonton penikmat film Indonesia.
Baca Juga: Satelit SATRIA Resmi Diluncurkan, Surveyor Indonesia Pastikan Spesifikasi dan Layanan Tepat Sasaran
Ikuti terus perkembangan informasi terkait film Kutukan Peti Mati persembahan Balai Pustaka di akun social media IG;@kutukanpetimati.film, TikTok;@kutukanpetimati_official, Youtube; @istanaperadaban, Twitter;@kpmfilmofficial.
Dukung dan tonton terus film-film karya anak bangsa Indonesia.***
Artikel Terkait
BRI Nobar Film Srimulat “Hil yang Mustahal”
Sinopsis Film Buya Hamka Volume 1, Kisah Perjalanan Hidup yang Diperankan Vino G Bastian
5 Franchise Film Fast & Furios Dengan Rangking Terbaik
Film Ant Man and the Wasp: Quantumania Sudah Rilis di Disney Plus Hotstar, Simak Sinopsisnya
Apakah Film Evil Dead Rise Streaming di Netflix?
Muncul di Trailer Terbaru Film The Expendables 4, Intip Aksi Iko Uwais Duel Lawan Jason Statham