Akselerasi Transisi Energi, PLN Kolaborasi dengan CFA Society Indonesia Garap Sektor Publik dan Privat

Photo Author
Unggul Tan, Kabar BUMN
- Selasa, 4 Juli 2023 | 21:30 WIB
President of CFA Society Indonesia,  Pahala N. Mansury (kedua dari kanan) menyampaikan informasi kepada media terkait gelaran konferensi bertajuk Indonesia's Transition towards Net Zero. (Dok.PLN)
President of CFA Society Indonesia, Pahala N. Mansury (kedua dari kanan) menyampaikan informasi kepada media terkait gelaran konferensi bertajuk Indonesia's Transition towards Net Zero. (Dok.PLN)

Kabar BUMN - PT PLN (Persero) memberi dukungan kepada CFA Society Indonesia untuk mempercepat transisi energi di Indonesia.

Hal tersebut diwujudkan lewat konferensi bertajuk Indonesia's Transition towards Net Zero.

Acara tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 6 Juli 2023, di Jakarta.

Konferensi ini dilakukan bertepatan dengan peringatan hari jadinya yang ke-20.

Baca Juga: Lemak di Perut Auto Luntur Kalau Rutin Minum 5 Minuman Penurun Berat Badan Ini

Tujuan dari konferensi ini sendiri adalah untuk mengajak stakeholders energi Tanah Air memantapkan langkahnya dalam usaha pengurangan emisi karbon untuk mengejar target net zero emission (NZE) 2060.

President of CFA Society Indonesia I, Pahala N. Mansury mengatakan bahwa pemerintah telah elah menetapkan target pengurangan emisi karbon sebesar 29 persen tanpa syarat dan sebesar 41 persen dengan bantuan internasional di tahun 2030.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu menilai untuk mewujudkan target tersebut dibutuhkan kolaborasi dari perusahaan publik maupun swasta.

"Ada tiga topik yang akan kita diskusikan. Pertama bagaimana peran publik-privat dalam hal menurunkan emisi dan mencapai NZE," tutur Pahala.

Baca Juga: Era Transformasi Digital, Pertamina Bicara soal Kolaborasi Manusia dan Teknologi Demi Keberlanjutan Perusahaan

"Lalu peran dari pada carbon trading, dan yang ketiga topiknya adalah mengenai peran investor dan pasar modal ini seperti apa dalam transisi energi," imbuhnya.

Pahala menjelaskan, bercermin dari kondisi sekarang, ada potensi friksi dalam proses transisi energi.

Pasalnya, setiap tahun kebutuhan energi Indonesia meningkat hingga dua kali lipat, namun di saat bersamaan emisi karbon perlu diturunkan hingga 30 persen di tahun 2030.

"Itu yang akan kita bahas dalam acara tersebut, tidak mungkin kita bisa melakukan ini sendiri."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Unggul Tan

Tags

Artikel Terkait

Terkini