"Pasti membutuhkan partnership juga dengan pihak swasta dan stakeholder lainnya," ujar Pahala.
Baca Juga: Efek Lionel Messi Gabung Inter Miami, David Beckham Bingung Dapat Jutaan Pesan
Di sisi lain, Indonesia memiliki jumlah kredit karbon cukup besar yang dihasilkan oleh kurang lebih 172 hektare hutan yang tersedia.
Menurut Pahala, potensi ini bisa dimanfaatkan degan sangat baik pada pasar karbon untuk mencapai NZE.
"Kami di CFA Indonesia memang memiliki konsen tinggi mengenai carbon trading, kemarin OJK telah menerbitkan nomenklaturnya," kata Pahala.
"Jadi nanti kita akan bahas bagaimana skema jual belinya, bagaimana itu aturannya, pasarnya, bagian yang berperan seperti apa," lanjutnya.
Lebih lanjut, Pahala mengatakan target utama dari kegiatan Indonesia’s Transition towards Net Zero ini adalah memberikan masukan pada stakeholder bagaimana mengelola perusahaan dalam ESG (environment, social, and governance) yang baik.
"Selain carbon trading yang menjadi fokus utama kami. Di CFA Indonesia, kami akan memperbaiki kekurangan kami sebelumnya yaitu dalam peran advokasi memberikan masukan terkait upaya mendorong kebijakan terkait praktik ESG."
Artikel Terkait
Info Lowongan Kerja di BUMN, BNI Cari Lulusan S1 hingga S2 untuk Isi Dua Posisi Ini
Tampak Menyehatkan, 9 Makanan Ini Ternyata Tak Bagus untuk Pencernaan
Top! Tingkat Hunian Hotel Jaringan HIG di Bali Highest Perfomance Sepanjang Libur Idul Adha