Kabar BUMN - Para petani mitra PT Perkebunan Nusantara V yang sukses ikut program peremajaan sawit rakyat (PSR) di sejumlah Kabupaten di Provinsi Riau menyambut baik rencana integrasi sejumlah anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III Persero menjadi Sub Holding PalmCo.
Mereka menilai pembentukan PalmCo ini akan memberikan dampak positif bagi para petani, terutama dalam upaya mengakselerasi peremajaan sawit dan memperkuat kemitraan yang selama ini telah terjalin apik.
Setyono, salah satu petani yang telah bermitra dengan PTPN V selama lebih dari 30 tahun mengatakan, sejauh ini kemitraan dengan perusahaan yang beroperasi di Bumi Lancang Kuning tersebut telah berjalan dengan sangat baik dan menjadi bagian dari penggerak utama ekonomi para petani.
Baca Juga: Rayakan 3 Tahun AKHLAK, Menteri BUMN Buka 'Program Relawan Bhakti Batch IV', Yuk Daftar!
Bahkan, ia mengakui dalam empat tahun terakhir, kemitraan itu kian erat dengan beragam program yang diusung perusahaan, terutama dalam peremajaan sawit renta milik para petani plasma.
"Kemitraan yang berjalan dengan satu anak perusahaan itu sudah sangat baik. Bahkan, sejak empat tahun terakhir di bawah kepimpinan Pak Jatmiko, PTPN V terus melakukan beragam terobosan untuk meningkatkan kemitraan. Tentu, jika penggabungan itu dilaksanakan, PalmCo akan semakin kuat dan kami percaya akan membawa kebaikan kepada petani," kata pria paruh baya itu di Pekanbaru pada 6 Juli 2023.
Kementerian BUMN dan Holding Perkebunan Nusantara III Persero saat ini tengah berupaya untuk membentuk 2 sub holding baru, yaitu Palm Co dan Supporting Co, setelah sebelumnya sukses membentuk Sugar Co.
Baca Juga: Heboh Penyakit Antraks, Berikut Cara Pencegahannya pada Hewan Ternak dan Manusia
Palm Co adalan gabungan dari sejumlah anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III Persero, PTPN III dan PTPN IV Provinsi Sumatera Utara, PTPN V Riau, PTPN VI Jambi, serta PTPN XIII Kalimantan. Selanjutnya, Palm Co akan fokus mengelola perkebunan sawit, seperti halnya Sugar Co komoditas tebu. Sementara Supporting Co akan menjadi perusahaan pengelola aset dan aneka tanaman.
Untuk itu, Setyono yang juga ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) tersebut menilai dengan pembentukan Palm Co akan menjadikan petani sawit sebagai mitra utama perusahaan, sehingga perhatian kepada petani kepala sawit diyakini juga akan meningkat.
Apalagi, kata dia, ketika Palm Co akan menjadi perusahaan dengan skala bisnis lebih besar maka akan berdampak lurus dengan peningkatan pasokan bahan baku, sehingga nantinya bahan baku tersebut tidak hanya berasal dari petani plasma, namun juga swadaya.
"Ini adalah poin pentingnya, bahwa Palm Co nantinya akan membutuhkan pasokan bahan baku dengan rantai yang jelas, maka petani sawit, tidak hanya plasma, namun juga swadaya akan kebagian rezeki," tuturnya.
Meskpun demikian, Setyono mengingatkan agar perusahaan nantinya dapat terus melanjutkan edukasi kepada para petani terkait pentingnya pelaksanaan budidaya perkebunan sawit lestari.
Artikel Terkait
Putri Pensiunan PTPN V Sumbang Emas Perdana Bagi Indonesia di Ajang SOWG Jerman
Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) PTPN V yang Sukses di Riau Bakal Diterapkan Secara Nasional
Harumkan Nama Indonesia, Putri Pensiunan PTPN V Raih Medali Emas di Ajang Olympics World Games 2023
SSB PTPN V Jadi Runner-up Putaran Nasional Piala Liga Sentra Indonesia
Liga Sentra Indonesia - SSB Binaan PTPN V Raih Posisi Runner-up Putaran Nasional