Petani Plasma PTPN V Sambut Baik Pembentukan PalmCo

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 6 Juli 2023 | 11:00 WIB
Petani sawit saat melaksanakan aktivitas panen. Petani sawit di Riau mendukung penuh rencana penggabungan sejumlah anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III Persero menjadi Sub Holding PalmCo. (Dok.PT Perkebunan Nusantara V)
Petani sawit saat melaksanakan aktivitas panen. Petani sawit di Riau mendukung penuh rencana penggabungan sejumlah anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III Persero menjadi Sub Holding PalmCo. (Dok.PT Perkebunan Nusantara V)

Petani yang teredukasi dengan baik, paparnya lagi, akan berperan juga dalam memastikan ketersediaan bahan baku, baik dari sisi kualitas maupun kepastian produksi.

Baca Juga: Komisi VII DPR Apresiasi Upaya PLN dalam Kurangi Emisi Karbon

"Artinya, kesinambungan kerja sama bisa dikelola dalam jangka panjang," demikian Setyono.

PTPN V saat ini tercatat sebagai perusahaan yang lekat dengan petani. Hal ini dibuktikan dengan status PTPN V sebagai perusahaan dengan persentase perkebunan plasma terluas di Provinsi Riau.

Chief Executive Officer PTPN V, Jatmiko Santosa mengatakan perusahaan telah merangkul 56.000 hektare petani plasma. Sementara total perkebunan sawit inti yang diusahakan perusahaan mencapai 71.000 hektare. Dengan begitu, perusahaan telah mengelola 66 persen perkebunan sawit plasma dari luas lahan inti yang diusahakan.

Baca Juga: Dukung Green Tourism, PLN Hadirkan SPKLU Pertama di Kawasan Wisata Pangandaran

Dari luas perkebunan plasma tersebut, PTPN V juga mendukung program pemerintah dalam mengejar perluasan peremajaan sawit petani. Sampai saat ini, ribuan petani Riau telah merasakan tuah dari program peremajaan sawit PTPN V.

Mulai dari panen lebih cepat hingga produktivitas yang jauh meningkat. Penerapan teknik budidaya sesuai standar tinggi perusahaan, mulai dari penggunaan bibit unggul bersertifikat, pemupukan, pemeliharaan, hingga perlakuan menjadi terobosan pertama yang dilakukan.

“Alhamdulillah, ini adalah salah satu bukti nyata bahwa kita benar-benar komitmen untuk kembali ke khittah, tumbuh dan berkembang bersama petani. Petani mampu panen lebih cepat dari yang umumnya tiga sampai empat tahun baru panen, sekarang alhamdulillah usia kurang 30 bulan sudah panen. Begitu juga produktivitas 50 persen lebih tinggi dibandingkan normalnya,” kata sosok yang berhasil membawa perubahan besar di PTPN V tersebut.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Sinung Triwulandari, Srikandi PLN Yang Kini Jadi Direksi PT BKI

Tidak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa inovasi PTPN V yang turut memberdayakan para petani melalui program padat karya sehingga menjamin ketersediaan pendapatan selama masa tunggu panen, serta menggulirkan program UMKM seperti budidaya sapi ternak melalui program tanggung jawab sosial lingkungan untuk menjaga ekonomi petani tetap berjalan merupakan kelebihan program kemitraan ini.

Begitu juga dengan program transfer pengetahuan yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petani dalam praktik budidaya.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa PTPN V menjadi perusahaan pertama yang berani memberikan jaminan produksi bagi para petani.

Baca Juga: Dukung Green Tourism, PLN Hadirkan SPKLU Pertama di Kawasan Wisata Pangandaran

“PTPN V adalah perusahaan pertama yang berani memberikan jaminan produksi para petani yang mengikuti program PSR. Kita ganti rugi jika produksi petani peserta PSR di bawah standar yang ada,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini