Apresiasi Komisi VII DPR RI Atas Kemampuan PLN Mengatasi Oversupply Listrik

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 6 Juli 2023 | 13:47 WIB
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan kondisi oversupply yang terjadi di masa Covid-19. (DOK. PLN)
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan kondisi oversupply yang terjadi di masa Covid-19. (DOK. PLN)

Kabar BUMN - Pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu memicu turunnya pertumbuhan konsumsi listrik. Kala itu, pertumbuhan ekonomi berbasis manufaktur sudah bergeser ke pariwisata yang berbasis jasa. Begitu merebak Covid-19, sektor pariwisata jatuh, konsumsi listrik pun turun. Akibatnya terjadi oversupply.

PT PLN (Persero) melakukan berbagai upaya guna menjaga kondisi supply and demand. Mulai dari mengatur beban pasokan listrik, meningkatkan pertumbuhan konsumsi listrik hingga efisiensi operasional.

Atas keberhasilannya, Komisi VII DPR RI mengapresiasi berbagai upaya PLN dalam mengatasi kelebihan pasokan listrik atau oversupply yang terjadi.

Baca Juga: Komisi VII DPR Apresiasi Upaya PLN dalam Kurangi Emisi Karbon

Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti menilai upaya yang dilakukan PLN dalam mengatasi oversupply perlu diapresiasi serta didukung. Menurutnya, PLN juga sudah melakukan langkah strategis dalam menggenjot konsumsi listrik masyarakat agar kondisi oversupply tak berdampak signifikan pada kondisi PLN.

"Kami mengapresiasi langkah PLN dalam mengatasi oversupply. Berbagai langkah PLN perlu didukung. Terobosan PLN dalam mendorong ekosistem kendaraan listrik untuk bisa menurunkan oversupply ini juga merupakan langkah yang strategis," kata Dyah.

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto juga menilai, langkah PLN dalam mengupayakan perluasan demand patut diapresiasi. Ia menilai, mengatasi kondisi kelebihan pasokan listrik bukan hal yang mudah, namun PLN sudah berupaya dan perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Sinung Triwulandari, Srikandi PLN Yang Kini Jadi Direksi PT BKI

"Untuk bisa meningkatkan supply and demand itu tentu saja tidak mudah. Namun upaya PLN menciptakan strategi yang canggih dan cerdas seperti sekarang ini harus terus dijaga," ujar Mulyanto.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan kondisi oversupply yang terjadi erat kaitannya dengan adanya perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi listrik. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang menjadi salah satu acuan dari pertumbuhan listrik juga bergeser sehingga konsumsi listrik menjadi terkoreksi.

"PLN berusaha keras mengejar target penyeimbangan pasokan dan demand. Pembangkit swasta yang sedang konstruksi beberapa kami renegosiasi dan melakukan penundaan masuk ke sistem PLN. Ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dengan demand, dan memberi waktu untuk menaikkan demand," kata Darmawan.

Baca Juga: Dukung Green Tourism, PLN Hadirkan SPKLU Pertama di Kawasan Wisata Pangandaran

Selain itu, PLN juga menggenjot pertumbuhan konsumsi lewat berbagai program seperti electrifying agriculture dengan mengganti alat pertanian dengan berbasis listrik. Tak hanya meningkatkan konsumsi listrik, program ini juga mampu meningkatkan produktivitas dan memberikan manfaat efisiensi bagi para petani.

"Untuk petani, di penggilingan ternyata bisa semakin murah karena bisa seperempat dari biaya operasional. Petani buah naga juga produktivitasnya meningkat dengan sangat baik," cerita Darmawan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini