PLN juga melistriki pelabuhan dan aktivitas perikanan lewat program electrifying marine. Lewat program ini, PLN mengganti kebutuhan energi pelabuhan yang semula bergantung pada BBM menjadi berbasis listrik.
Baca Juga: Sinergi Pemda dan PLN, Rumah Mbah Ponem yang Rusak Pasca Gempa Bantul Kini Telah Diperbaiki
"Kami bekerja sama dengan Pelindo dan Kementerian Perhubungan memasang anjungan listrik di dermaga, sehingga saat kapal sandar, dari sebelumnya menggunakan genset yang tidak ramah lingkungan, kini bisa langsung menggunakan listrik PLN. Selain lebih ramah lingkungan, ini membuat biaya operasional lebih efisien hingga 30%," kata Darmawan.
PLN juga aktif melakukan captive power acquisitions untuk mendorong produktivitas industri. PLN meyakinkan para pelaku industri yang masih memakai pembangkit sendiri beralih ke pasokan listrik PLN. Hal ini selain meningkatkan pertumbuhan listrik PLN juga mampu meningkatkan cost saving industri.
Darmawan menegaskan seiring dengan pemulihan ekonomi, pertumbuhan listrik semakin membaik saat ini. Hal ini terlihat pada konsumsi listrik pada tahun 2020 yang masih -0,78% lalu melonjak ke 5,72% pada tahun 2021. Hal ini menunjukkan trend pertumbuhan positif. Bahkan pada tahun 2022, pertumbuhan konsumsi listrik mencapai 6,11%.
"Ini menunjukkan bahwa perekonomian di Indonesia sudah kembali normal, bahkan melampaui kondisi sebelum Covid-19," tegas Darmawan.***
Artikel Terkait
Percepat Pertumbuhan Kendaraan Listrik di Indonesia Timur, PLN Bangun SPKLU di Manokwari
Pasca Gempa Bantul 6,6 SR, PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan dan Bantu Warga Terdampak
Berkat Upaya Lawan Stunting, PLN Nusantara Power Raih Penghargaan Internasional di Bidang CSR
Dorong Perusahaan Domestik Go Global, Menteri BUMN Ajak PLN Kolaborasi dengan Perusahaan Energi China
Potret Terminal Petikemas New Makassar, Green Port Berbasis Listrik PLN Yang Hemat Biaya Operasional
PLN Terus Perluas Wilayah Pelayanan, 10 Kampung di Papua Barat Daya Kini Bisa Nikmati Listrik 24 Jam