Direktur Utama PGE, Julfi Hadi mengatakan bahwa penandatanganan MoU pada hari ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dari PGE, yang semula 700 megawatt, bisa meningkat mencapai 1 gigawatt.
Baca Juga: 9 Tips Menghemat Uang Agar Bisa Lebih Sering Liburan
Disamping itu, MoU tersebut juga menjadikan project-project PGE menjadi lebih komersial, khususnya dalam hal produk turunan yaitu Hydrogen. MoU ini juga akan dikembangkan pemanfaatan teknologi yang dapat menjadikan aktifitas operasi menjadi lebih efisien.
“Insya Allah dalam dua tahun targetnya PGE membuat perusahaan PGE menjadi one gigawatt company. Kami ada tandatangan dengan partner, intinya supaya maju cepat dan membuat komersial geothermal lebih baik,” ungkap Julfi.
Kemudian VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menyampaikan, kerjasama dengan berbagai mitra strategis dalam hal pengembangan bisnis EBT ini sejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) tahun 2060 dan transisi energi yang digulirkan Pemerintah Indonesia.
Baca Juga: Langkah Jitu Menghadapi Rekan Kerja yang Sering Memotong Pembicaraan
“Pertamina akan terus bergerak mendorong capaian target NZE 2060 dan transisi energi, kami tidak bisa bergerak sendiri perlu kolaborasi dari banyak pihak, salah satunya dalam bentuk kerjasama dengan partner strategis yang kita bangun hari ini” ujar Fadjar.***
Artikel Terkait
Dorong Kesejahteraan Sosial, Pertamina Patra Niaga Raih 4 Penghargaan Padmamitra 2022
Ikut Meriahkan The 13th IHRS 2023, Pertamina EP Dorong Kapasitas SDM
Optimalkan Wilayah Kerja, Pertamina EP Tandatangani Dua Berita Acara Sekaligus dengan PT Kvell Blora Energi
UMK Academy 2023, Cara Pertamina Coba Bantu UMKM Masuki Jendela Dunia
Hadir di EBTKE ConEx, Pertamina Tampilkan Inovasi Pengembangan EBT Seluruh Subholding