Kunjungi PT Timah, Kepala Staf Kepresidenan Tanam Sagu di Lahan Bekas Tambang

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 11 Agustus 2023 | 15:00 WIB
Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko mendatangi Kampoeng Reklamasi Air Jangkang PT Timah Tbk yang terletak di Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Selasa (8/8/2023). (Dok. PT Timah Tbk)
Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko mendatangi Kampoeng Reklamasi Air Jangkang PT Timah Tbk yang terletak di Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Selasa (8/8/2023). (Dok. PT Timah Tbk)

Kabar BUMN - Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko mendatangi Kampoeng Reklamasi Air Jangkang PT Timah Tbk yang terletak di Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Selasa (8/8/2023).

Kedatangan Moeldoko ke lahan bekas tambang PT Timah Tbk untuk melakukan penanaman, penandatangan dan deklarasi sagu sebagai pangan berkelanjutan dan pengembangan hutan lahan basah menyongsong Indonesia Net Zero Emission 2060.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Utama PT Timah Tbk, Ahmad Dani Virsal, Pj Gubernur Bangka Belitung Suganda Pandapotan Pasaribu dan Forkompinda Provinsi Bangka Belitung, serta Direktur PT Bangka Asindo Agri (BAA), Ketua Yayasan Sekak Nature Green Rudiyansah.

Baca Juga: Pekan Sehat PT Timah Tbk Berlangsung di Pangkalpinang, Warga Rasakan Keseruan Puncak HUT ke-47 Perusahaan

Penanaman ini merupakan kolaborasi PT Timah Tbk dengan Yayasan Sekak Nature Green dan PT BAA untuk memanfaatkan lahan bekas tambang dengan penanaman sagu sebagai pangan berkelanjutan dan pengembangan hutan lahan basah menyongsong Indonesai Net Zero Emission 2060.

Kampoeng Reklamasi Air Jangkang merupakan lahan bekas tambang PT Timah Tbk seluas 37 hektar yang dikelola terintegrasi dengan konsep edu ecotourism.

Kawasan reklamasi lainnya yang dilakukan PT Timah Tbk dalam menata lahan bekas tambang.

Baca Juga: Gandeng RAPI, PT Timah Tbk Dorong Kemajuan Komunikasi Radio di Belitung Timur

Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko mengatakan, dunia saat ini sedang menghadapi tiga isu besar yakni krisis pangan, krisis energi dan krisis finansial global.

Selain itu, Indonesia juga dihadapkan pada fenomena alam yang dapat mengganggu ketahanan pangan.

"Kita harus mencari alternatif baru di sektor pangan. Saya melihat potensi sagu di beberapa daerah di Indonesia sangat baik termasuk di Bangka Belitung.

Baca Juga: Lahan Warga Kelurahan Romodong Dilalap Api, Tim Damkar PT Timah Tbk Langsung Turun Bantu Padamkan

"Kita ini memiliki pertumbuhan sagu 90 persen di dunia, tapi kita jadi negara eskportir keempat di dunia, Ini kan aneh," kata Moeldoko.

Untuk itu, ia menantang masyarakat Bangka Belitung untuk mulai menanam sagu sebagai pangan alternatif yang bisa tumbuh dalam berbagai situasi cuaca.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini