Jadikan Motor Lebih Hemat dan Panjang Umur, PLN Dukung Konversi Motor Listrik di Indonesia

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 23 Agustus 2023 | 16:00 WIB
Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 55 Jakarta sedang memodifikasi motor berbahan bakan minyak (BBM) menjadi motor berbahan bakar listrik. (DOK.PT PLN (Persero))
Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 55 Jakarta sedang memodifikasi motor berbahan bakan minyak (BBM) menjadi motor berbahan bakar listrik. (DOK.PT PLN (Persero))

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan, pihaknya menyambut baik program konversi motor listrik yang digaungkan oleh pemerintah. Sejak 2019 PLN juga telah serius dalam upayanya menyediakan infrastruktur kendaraan listrik di tanah air.

"Masyarakat tak perlu khawatir untuk beralih ke Motor listrik, infrastrukturnya sudah kami siapkan. Mulai dari Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) hingga platform digital seperti Electric Vehicle Digital System (EVDS)," papar Darmawan.

Baca Juga: Pakai Sampo Tidak Mempan? Coba Gunakan 5 Obat Alami Ini untuk Hilangkan Ketombe

Darmawan juga merinci jika biaya operasional kendaraan listrik jauh lebih murah dibanding kendaraan BBM. Sepeda motor BBM dengan jarak tempuh 50 kilometer (km) menghabiskan 1 liter BBM, sedangkan sepeda motor listrik dengan jarak sama menghabiskan 1,5 kWh.

Maka, dengan asumsi tarif listrik sebesar Rp 1.699,53 per kWh, hanya diperlukan sekitar Rp 2.500 untuk sepeda motor listrik. Sedangkan, motor BBM harus menghabiskan biaya sekitar Rp 13 ribu untuk menempuh jarak yang sama.

”Dengan begitu menggunakan motor listrik lebih hemat biaya 80% dari pada menggunakan sepeda motor BBM. Tak hanya hemat di sisi operasional, motor listrik juga lebih hemat biaya perawatan dan pajaknya lebih murah,” ungkap Darmawan.

Baca Juga: Lokasi SIM Keliling di Wilayah Jakarta Besok, 23 Agustus 2023

Begitu juga dalam kontribusi emisi karbon, kendaraan listrik jauh lebih ramah lingkungan. Secara ekuivalen, emisi karbon 1 liter BBM setara dengan 2,4 kilogram (kg) CO2e, sedangkan 1,5 kWh listrik emisinya hanya 1,5 kg CO2e.

“Dengan menggunakan kendaraan listrik maka kita sudah menjadi bagian dalam mengurangi emisi karbon secara signifikan,” kata Darmawan

Darmawan mengimbuhkan, listrik yang disediakan untuk mengisi daya kendaraan juga akan semakin bersih, menyusul mulai dibangunnya pembangkit yang berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

Baca Juga: Jadwal Tayang My Lovely Boxer Episode 1 Sampai Tamat di Vidio

"Seiring dengan pembangkit PLN yang akan menuju ke EBT, maka ke depan kendaraan listrik emisinya akan nol," kata Darmawan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini