Sementara itu President and Chief Executive Officer of Tenaga Nasional Berhad Dato' Indera Ir. Baharin menyambut baik kerja sama ini.
Menurutnya, rencana interkoneksi sistem listrik ini merupakan peluang investasi ke depan.
Baca Juga: Maknai Hari Kemerdekaan, PLN Apresiasi Paskibraka Tingkat Nasional
Meski membutuhkan alokasi anggaran yang tak sedikit, namun dengan kolaborasi yang kuat maka bisa menjadi peluang yang menguntungkan bagi seluruh negara.
"Iklim investasi yang menarik, dan juga daya tarik secara pengembalian modal menjadi tantangan tersendiri.
"Meski memang model interkoneksi ini sukses diterapkan di Eropa. Peluang kolaborasi ini akan bisa ditingkatkan," terang Baharin.
Baca Juga: Negara Hadir, Ribuan Keluarga di NTT Kini Dapat Menikmati Aliran Listrik dari PLN Selama 24 Jam
Managing Director of Electricite du Laos, Chanthaboun Soukaloune menyambut baik wacana membangun interkoneksi antar negara ASEAN.
Ia menjelaskan selama ini skema interkoneksi sudah bisa dijalankan oleh Laos.
Proyek interkoneksi listrik Laos Thailand Malaysia Singapura (LTMS) menjadi salah satu contoh terjalinnya interkoneksi sistem kelistrikan.
Baca Juga: Kado Spesial HUT RI ke-78, PLN Alirkan Listrik 21.369 Keluarga di Maluku dan Maluku Utara
"LTMS merupakan salah satu proyek kebanggan kami dan merupakan wujud terlaksananya interkoneksi listrik.
"Kami mengapresiasi kerja sama bilateral antar negara ini khususnya antara Laos dan Thailand yang telah berlangsung lebih dari 15 tahun ini.
"Kerja sama ini juga semakin memperat hubungan bilateral antar negara," ujar Chanthaboun.***
Artikel Terkait
Jadikan Motor Lebih Hemat dan Panjang Umur, PLN Dukung Konversi Motor Listrik di Indonesia
Presiden Jokowi Jadi Saksi, PLN Resmi Jalin Kerja Sama dengan TANESCO
Tingkatkan Kualitas Layanan Pelanggan, PLN Perluas Penggunaan Artificial Intelligence
PLN Siapkan Layanan Listrik Andal Tanpa Kedip Untuk Event Internasional AMEM-41 dan AEBF di Bali
PLN IP Adopsi Teknologi Ramah Lingkungan di PLTU, Jaga Emisi Rendah