Optimalkan Potensi Geothermal Indonesia, Pertamina Siap Gandeng Mitra Global dalam AIPF

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 31 Agustus 2023 | 19:00 WIB
Dari ke-15 WK panas bumi yang Pertamina kelola, 13 WK dikelola sendiri (own operation) dan 2 WK dikelola bersama mitra (joint operation contract). (DOK. Pertamina)
Dari ke-15 WK panas bumi yang Pertamina kelola, 13 WK dikelola sendiri (own operation) dan 2 WK dikelola bersama mitra (joint operation contract). (DOK. Pertamina)

Kabar BUMN - PT Pertamina (Persero) siap menunjukkan proyek-proyek panas bumi (geothermal) yang dioperasikan anak usahanya PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) di ajang flagship event ASEAN Indo Pacific Forum (AIPF) yang akan digelar pada 5 – 6 September 2023 di Jakarta.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menjelaskan, sebagai BUMN di sektor energi, Pertamina berperan strategis dalam pengelolaan energi panas bumi dengan mengoperasikan 15 Wilayah Kerja (WK) di Indonesia.

Dari ke-15 WK, 13 WK dikelola sendiri (own operation) dan 2 WK dikelola bersama mitra (joint operation contract).

Baca Juga: Dukung AIPF 2023, Pertamina Siap Kolaborasi Untuk Investasi Infrastruktur Hijau

Menurut Fadjar, Pertamina akan terus mengembangkan energi panas bumi untuk menghasilkan listrik dari sumber energi terbarukan. Mengingat infrastruktur hijau ini sangat diperlukan untuk menjamin keberlanjutan energi di masa depan.

“Di momentum flagship event AIPF 2023 ini, dengan dukungan pemerintah, Pertamina siap membangun kerja sama dan kolaborasi dengan mitra global. Dengan proyek-proyek strategis ini, Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai pilar episentrum pertumbuhan ekonomi di ASEAN,”ujar Fadjar.

Saat ini, proyek panas bumi ini telah mampu memproduksi geothermal setara listrik sebesar 4.524 Giga Watt per hour (GWh).

Baca Juga: Kejar Ekspansi, Pertamina NRE Kaji Investasi Pembangkit Listrik Energi Bersih di Afrika Selatan

Sejak Februari 2023, Pertamina sukses melakukan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering - IPO) anak usahanya PGEO sebesar 10,35 miliar saham dan meraup dana hingga Rp 9,05 triliun.

Saat ini 15 WK yang dikelola Pertamina adalah Gunung Sibuali-Buali - Sumut, Gunung Sibayak-Sinabung - Sumut, Sungai Penuh (Kerinci) - Jambi, Hululais - Bengkulu, Lumut Balai dan Margabayur - Sumsel.

Kemudian, Way Panas - Lampung, Kamojang Darajat - Jabar, Karaha Cakrabuana - Jabar, Pangalengan - Jabar, Cibeureum Parabakti - Jabar, Tabanan - Bali, Lahendong - Sulut, Gunung Lawu - Jateng, Seulawah - NAD, Kotamobagu - Sulut

Baca Juga: Pertamina Geothermal Energy Jajaki Kerjasama dengan AGIL untuk Kembangkan Konsesi Longonot di Kenya

“Sesuai dengan masterplan Pertamina pengembangan panas bumi hingga tahun 2026 akan terus ditingkatkan, ditargetkan akan naik 2 kali lipat menjadi 1.108 Megawatt (1,1 Gigawatt),” pungkas Fadjar.

Seperti diketahui, salah satu potensi besar yang dimiliki Indonesia adalah panas bumi (geothermal). Potensi sumber energi yang terkandung dalam perut bumi Indonesia mencapai 23.965,5 Mega Watt (MW) atau terbesar kedua di dunia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini