Dengan adanya ATP tersebut, LRT Jabodebek terlindungi dari iover speed dan jaminan pengereman yang andal.
Sementara interlocking & zone controller berfungsi untuk menjamin tidak ada kesalahan pembentukan rute serta mendistribusikan otorisasi kontrol operasional LRT.
Baca Juga: BPK Serahkan LHP Kementerian BUMN, Erick Thohir Pastikan BUMN Selalu Pertahankan Akuntabilitas
Keunggulan dari GoA 3 adalah seluruh operasi kereta dilakukan secara otomatis sehingga mengurangi potensi kecelakaan akibat human error, meningkatkan akurasi jadwal kereta, dan dapat mengoptimalkan jadwal perjalanan.
“Saat ini, KAI dan seluruh stakeholders terus melakukan langkah-langkah progresif terhadap teknologi LRT Jabodebek. Sehingga saat pengoperasian secara penuh nantinya perjalanan LRT Jabodebek semakin mulus dan presisi dapat melayani masyarakat dengan maksimal,” kata Joni.
Pengoperasian kereta dengan sistem CBTC GoA 3 yang digunakan pada LRT Jabodebek juga telah diterapkan di belahan dunia lainnya di antranya Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Singapura, Spanyol, Inggris, Brazil, dan beberapa negara lainnya.***
Artikel Terkait
Demi Keselamatan Perjalanan Penumpang, KAI Ambil Langkah Preventif Normalisasi Jalur Kereta Api
Lucky Trip, Tingkatkan Transaksi di Access by KAI dan Dapatkan Hadiah Menarik
KAI Beri Panduan Cara Naik LRT Jabodebek
Tingkatkan Distribusi Logistik, KAI Resmi Jalin Kerja Sama dengan PSA
Promo KAI: Naik LRT Jabodebek Tarifnya Flat Hanya Rp5.000, Berlaku Sampai September 2023