Bank Mandiri Bidik Investasi Pembiayaan Hijau di AIPF 2023

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 7 September 2023 | 14:30 WIB
Bank Mandiri Bidik Investasi Pembiayaan Hijau di AIPF 2023 (DOK.PT Bank Mandiri (Persero) Tbk)
Bank Mandiri Bidik Investasi Pembiayaan Hijau di AIPF 2023 (DOK.PT Bank Mandiri (Persero) Tbk)

“Bank Mandiri telah membentuk ESG unit yang berfungsi sebagai control tower dalam implementasi aspek berkelanjutan serta telah memiliki ESG financing desk yang mampu menawarkan berbagai solusi keuangan berkelanjutan yang inovatif dalam mengakselerasi ekonomi rendah karbon, seperti green loan, transition financing, serta Sustainability Linked-Loan (SLL)” tegas Alexandra.

Baca Juga: PGN Luncurkan Gas Point bagi Pelanggan GasKita Disertai Beragam Hadiah Menarik

Untuk mendukung pertumbuhan green financing, Bank Mandiri juga mengembangkan berbagai instrumen pendanaan berkelanjutan. Pada 4 Juli 2023 Bank Mandiri telah menerbitkan instrumen Green Bond tahap I senilai Rp 5 triliun.

Bursa karbon

Melihat potensi perdagangan karbon yang cukup besar di Indonesia, pemerintah telah memulai landasan penetapan harga karbon dengan memberlakukan Peraturan Presiden No 98 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK) untuk mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC).

Baca Juga: PGN Luncurkan Gas Point bagi Pelanggan GasKita Disertai Beragam Hadiah Menarik

“Sampai saat ini, uji coba Sistem Perdagangan Emisi terutama di sektor Energy sudah dilakukan dan mekanisme perdagangan karbon di Indonesia direncanakan akan diluncurkan pada akhir tahun 2023, yang diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ungkap Alexandra.

Dalam rangka mendukung perdagangan karbon, Bank Mandiri secara proaktif berkolaborasi dengan berbagai stakeholders, baik dengan regulator (OJK), kementerian, penyelenggara bursa karbon, maupun lembaga lain yang terkait.

Bank Mandiri siap berperan sebagai penghubung antara pasar keuangan dan tujuan keberlanjutan.

Baca Juga: Hadirkan Solusi Digital dari Hulu ke Hilir, Biofarma Group Beberkan Inovasi Transformasi Digital di AIPF

“Sebagai bank pertama yang telah meluncurkan digital carbon tracking di Indonesia, Bank Mandiri berharap dapat berpartisipasi dalam perdagangan karbon dan telah menargetkan NZE secara operasional di tahun 2030,” harapnya.

Alexandra memaparkan Bank Mandiri telah berhasil mengurangi jejak karbon setiap tahunnya. Pada tahun 2020 emisi yang berhasil dikurangi sebesar 46.261 tCO2e, lalu pada tahun 2021 sebesar 47.328 tCO2e, dan pada tahun 2022 sebesar 59.076 tCO2e.

Mengadopsi ISO 14064-1,2,3 dan Green Gas House (GHG) Protocol Standard, perhitungan jejak karbon operasional Bank Mandiri terbagi dalam tiga cakupan emisi, yaitu Fuel (BBM, solar genset, pendingin), Electricity (listrik) dan Business Travel (perjalanan dinas).

Baca Juga: Hanya 3 Jam Dari Jakarta, Ini Rekomendasi Tempat Wisata di Pandeglang

Sebagai plat merah yang komitmen menerapkan ESG dalam mengurangi emisi karbon, Bank Mandiri menyatakan siap dan akan mendukung perdagangan karbon lintas batas di ASEAN-Indo Pasifik yang bisa berdampak positif pada perekonomian dan kelestarian lingkungan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini