PLN Nusantara Power Connect, Ajang Kolaborasi Industri Ketenagalistrikan Wujudkan Transisi Energi

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Selasa, 12 September 2023 | 09:30 WIB
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bersama Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha Rekadaya Elektrika, Vernon Sapalatua saat berdiskusi terkait proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (DOK.PT PLN (Persero))
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bersama Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha Rekadaya Elektrika, Vernon Sapalatua saat berdiskusi terkait proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (DOK.PT PLN (Persero))

Kabar BUMN - PT PLN (Persero) melalui Subholding PLN Nusantara Power atau PLN NP menyelenggarakan Nusantara Power Connect 2023, di Jakarta Convention Center pada Senin-Selasa (11–12/9).

PLN melalui ajang ini ingin mengajak berbagai pihak di industri ketenagalistrikan untuk mempercepat transisi energi di tanah air.

Ajang tahunan ini sendiri memasuki edisi ke-8.

Baca Juga: SIG Ajak Vlogger dan Masyarakat Rembang Ekspresikan Kreativitas di Media Sosial

Di sini, PLN mempertemukan lebih dari 120 perusahaan pelaku bisnis kelistrikan, 20 sesi konferensi dengan 70 pembicara nasional dan internasional serta stakeholders di bidang energi.

Nusantara Power Connect 2023  diharapkan menjadi episentrum diskusi perkembangan industri ketenagalistrikan di Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif yang diwakili oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman Hutajulu mengapresiasi upaya PLN yang telah berkolaborasi bersama pemerintah dalam transisi energi demi mencapai target Net Zero Emissions pada 2060 atau lebih awal.

Baca Juga: Waskita Kembali Dipercaya Pemerintah Bangun Bendungan Cibeet Senilai Rp1,5 T

"Tidak ada kata untuk berhenti dan menunda Net Zero Emissions, yang akan kita capai di 2060," ujar Jisman dalam acara Nusantara Power Connect 2023, Senin (11/9).

Jisman menyampaikan upaya Pemerintah dalam transisi energi, salah satunya melalui penyusunan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) lebih hijau dari RUPTL sebelumnya, serta penyelarasan dengan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).

"Pemerintah tidak bisa sendirian, transisi energi membutuhkan kolaborasi semua pihak termasuk pengusaha, dan ketika saatnya nanti revisi RUPTL akan kita umumkan. Kami akan segera melakukan diseminasi terhadap revisi RUKN dan RUPTL agar dapat dengan cepat dieksekusi," ujar Jisman.

Baca Juga: Masyarakat Purworejo Nantikan Manfaat Bendungan Bener, Waskita Kebut Pekerjaan Proyek Hingga Akhir Tahun 2024

Namun demikian, kata Jisman, terdapat berbagai tantangan dalam mewujudkan transisi energi tersebut mulai dari persoalan infrastruktur energi, teknologi, dan pembiayaan.

Karena itu, dibutuhkan kolaborasi semua pihak demi mewujudkan cita-cita transisi energi dan berbagai tantangan yang lebih kompleks.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini