Namun, KPI Plaju melihat adanya potensi aliran air konsisten dan paparan sinar matahari yang cukup baik.
Baca Juga: Gandeng DKPP Bandung, TJSL Pindad Gelar Sosialisasi Bidang Pertanian
Hal ini membuat KPI Plaju mengembangkan Desa Energi Berdikari yang memungkinkan masyarakatnya mendapat suplai listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dengan kapasitas 28 kWh,
Selain itu, ada juga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 8,2 kWp berbasis pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
General Manager Kilang Pertamina Plaju, Yulianto Triwibowo menegaskan pihaknya akan selalu berkomitmen penuh untuk terus berkontribusi dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
Komitmen tersebut coba diwujudkan oleh KPI Plaju dengan program-program TJSL dan CSR yang berkelanjutan.
Baca Juga: Mirip di Banda Neira, Padahal Wisata Danau yang Punya Pemandangan Spektakuler Ini Ada di Wonosobo
"Komitmen kami untuk terus menciptakan kebermanfaatan bagi masyarakat dan lingkungan, diwujudkan dalam berbagai program yang menciptakan kemandirian di masyarakat."
"Serta mewujudkan kesadaran bersama pada aksi-aksi iklim yang berkelanjutan," tutur Yulianto.
Yulianto pun mengapresiasi penghargaan yang telah diberikan kepada KPI Plaju.
"Ini adalah penghargaan untuk semua yang terlibat dalam upaya dan komitmen bersama stakeholders Kilang Pertamina Plaju," tandasnya.
Artikel Terkait
Bangun dan Operasikan Jalan Tol Trans Sumatera, Hutama Karya Terapkan Prinsip GCG di Segala Aspek
Punya Fundamental Kuat, BRI Optimis Bisa Tumbuh Berkualitas
Ajak Generasi Muda Bangun Bangsa, Sirkandi BUMN Pos Indonesia Gelar Acara Goes to Campus