Sehingga hal tersebut tidak menjadi hambatan dalam komitmen Hutama Karya untuk menyelesaikan pembangunan Bendungan Ameroro ini dengan tepat waktu dan tepat mutu.
Baca Juga: Gandeng LKPP, Pertamina Implementasikan Aplikasi E-Katalog
Dalam proses pembangunan bendungan ini, Hutama Karya menerapkan beberapa teknik dan inovasi seperti Green Construction yaitu proteksi lereng dengan hydroseeding (penyemprotan benih di atas permukaan lereng atau tanah yang bertujuan untuk menghambat erosi dan mempercepat pertumbuhan tanaman).
Teknik ini merupakan kontribusi inovatif dari Hutama Karya untuk menciptakan konstruksi yang ramah lingkungan dan efisien serta didukung dengan penggunaan sistem digital yaitu teknologi Building Information Modelling (BIM) hingga penerapan CCTV 360.
Kehadiran bendungan ini nantinya akan menjadi pengendali banjir dan memperluas jaringan irigasi untuk pertanian dimana sebelum ada bendungan, petani hanya panen 2 kali dalam setahun sedangkan setelah adanya bendungan diharapkan dapat panen 3 kali dalam setahun.
Baca Juga: Hijaukan Lingkungan, Brantas Abipraya Gelar Aksi Tanam Ribuan Bibit Pohon di PLTM Padang Guci
Selain itu bendungan ini akan meningkatkan jaringan irigasi yang awalnya hanya 1.903 Ha menjadi 3.363 Ha sehingga dapat dirasakan hingga 3 Kecamatan di Kabupaten Konawe.
Hutama Karya terus berkomitmen bukan hanya menyelesaikan pembangunan dengan hasil yang terbaik, namun hal tersebut juga dapat dirasakan manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat sekitar di segala aspek.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Hutama Karya melibatkan tenaga kerja lokal mencapai 20% dari total keseluruhan pekerja dan karyawan proyek, mengadakan medical check up secara berkala untuk masyarakat setempat hingga membantu pembangunan masjid-masjid di sekitaran proyek.
Baca Juga: Susah-susah Gampang, Simak 5 Tips Ini Agar Hunting Foto Milky Way Jadi Lebih Sempurna
Sebagai catatan, Hutama Karya telah memiliki portofolio yang baik dengan merampungkan beberapa proyek bendungan besar seperti Bendungan Bintang Bano (Nusa Tenggara Barat), Bendungan Bendo, Bendungan Semantok, Bendungan Gongseng (Jawa Timur) dan Bendungan Ladongi (Sulawesi Tenggara).
Diharapkan Bendungan Ameroro yang akan rampung dalam waktu dekat nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dengan maksimal untuk meningkatkan suplai air irigasi ke lahan pertanian, tersedianya air baku dan energi listrik, mereduksi banjir serta bisa menjadi salah satu objek pariwisata.***
Artikel Terkait
Mulai Berlaku 20 September 2023, Hutama Karya Operasikan Tanpa Tarif Tol Binjai-Langsa Segmen Stabat-Kuala Bin
Tingkatkan Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Hutama Karya Renovasi 2 Poliklinik RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo
Mendorong Inovasi di Bidang Infrastruktur- Hutama Karya Group Hadir di INARI Expo 2023
Bangun dan Operasikan Jalan Tol Trans Sumatera, Hutama Karya Terapkan Prinsip GCG di Segala Aspek
Bendungan Ameroro Hampir Rampung, Hutama Karya Targetkan Impuding di Akhir November