Acuan pengukuran asesmen ini dibagi menjadi 5 pilar penilaian meliputi Manajemen & Organisasi, Orang dan Budaya, Produk dan Jasa, Teknologi, Operasi.
Rangkaian transformasi digital yang dilakukan oleh Hutama Karya pun telah diakui secara internasional melalui penghargaan “The 2023 Going Digital Awards in Infrastructure Founder’s Honoree” yang diperoleh pada Year in Infrastructure (YII) Going Digital Awards 2023 untuk kategori Subsurface Modelling & Analysis.
Pengumuman penghargaan dilakukan oleh CEO Bentley Systems, Greg Bentley, dan disiarkan langsung dari Singapura, pada Kamis (12/10) lalu.
Pada kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh perusahaan perangkat lunak Bentley System USA ini, Hutama Karya mengusung implementasi sejumlah digitalisasi konstruksi pada Proyek Jalan Tol
IKN 3A, segmen Karangjoang – Kariangau yang berjudul “Geotechnical Engineering to Support Sustainability in ‘Nusantara’ City at IKN Toll Road 3A”.
Baca Juga: INACRAFT 2023, Hutama Karya Kenalkan Produk Unggulan 2 UMK Binaan
Proyek tersebut menghadapi tantangan berupa kondisi lahan yang berkontur dan terdapat pekerjaan galian yang mencapai kedalaman 30 m, berlokasi di transmission tower utama penyedia suplai listrik Kalimantan Timur.
Tjahjo menyebutkan situasi ini memiliki potensi menimbulkan kerusakan pada transmission tower 150 KV jika terjadi kegagalan, dapat memicu paralisis perekonomian akibat pengurangan suplai listrik sebesar 24 MW untuk wilayah tersebut.
“Maka dari itu, diperlukan metode kerja yang tepat untuk mempercepat pembangunan dengan target penyelesaian pada tahun 2024.
Baca Juga: Target Selesai Tahun 2025, Jalan Tol Garapan Hutama Karya akan Percepat Waktu Tempuh Semarang-Demak
“Selain itu, kondisi tanah di lokasi proyek dan upaya menjaga kelestarian lingkungan menjadi fokus perhatian utama selama proses konstruksi berlangsung.
“Sejumlah aplikasi yang kita gunakan meliputi iTwin Capture, GeoStudio, Leapfrog, OpenRoads, dan PLAXIS,” ujar Tjahjo.
Lebih lanjut, Hutama Karya juga menerapkan penggunaan digitalisasi konstruksi Building Information Modelling (BIM) yang dapat menghasilkan 3D model akurat, membantu proses project monitoring tiga kali lebih cepat dari metode konvensional, melakukan analisis engineering, hasil analisis tanah applicable, hingga dapat menghindari rework pada proses konstruksi di proyek.
Baca Juga: Bendungan Ameroro Segera Rampung, Hutama Karya Targetkan Impounding di Akhir November 2023
Lewat penghargaan bertajuk Digital Advancement in Infrastructure ini beragam proyek turut berpartisipasi dalam kategori yang berbeda-beda seperti Bridges & Tunnels, Construction, Enterprise Engineering, Facilities Campuses & Cities, Process & Power Generation, Rail & Transit, Roads & Highways, Structural Engineering, Subsurface Modeling & Analysis, Surveying & Monitoring, Transmission & Distribution, Water & Wastewater.
Artikel Terkait
Utamakan Keselamatan Pengguna Jalan Tol, Hutama Karya Bangun Perlintasan Satwa dan Pagar Pembatas Jalan
Dukung Perhelatan MotoGP 2023, Hutama Karya Rampungkan Proyek Paket 2 Mandalika Urban and Tourism Project
Dukung Perhelatan MotoGP 2023, Hutama Karya Rampungkan Proyek Paket 2 Mandalika Urban & Tourism Project
Akan Dilengkapi Flyover di Atas Rel, Progres Konstruksi Padang-Sicincin yang Dikerjakan Hutama Karya Capai 39%
Hutama Karya Beri Pelatihan Kewirausahaan pada UMK Binaan di Rest Area 215B Ruas Tol Terpeka