Dalam program Makmur, Erick menyebutkan sejumlah BUMN memberikan dukungan penuh untuk para petani. Dukungan dimulai dari tahap pembiayaan, pendampingan, pasokan pupuk berkualitas, asuransi gagal panen, hingga menjadi offtaker atau pembeli hasil produksi petani.
"Ini ekosistem yang sekarang kami di BUMN coba intervensi dalam melindungi petani. Petani tidak usah mikir hasilnya (pembelinya), cukup produksi saja. Nyatanya bisa kok, kita sudah buktikan," lanjut Erick.
Erick menjelaskan realisasi program Makmur sampai dengan Juli 2023 terbukti meningkatkan produktivitas maupun pendapatan petani. Erick menyampaikan program Makmur saat ini telah tersebar di lahan seluas 527.922 hektare dengan keterlibatan 237.781 petani.
Sebelumnya, Erick juga aktif mengembangan Minyak Makan Merah sebagai substitusi Minyak Goreng yang memiliki risiko fluktuasi harga dan pasokan. Namun, bersama dengan pengembangan minyak untuk konsumsi, Erick juga menjalankan misi Ketahanan Energi.
Program ketahanan Energi dimaksud antara lain dilaksanakan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PT Pertamina (Persero), yaitu mengembangkan bioethanol. Targetnya jelas, menjadi bahan bakar berbahan dasar tebu ini menjadi bauran energi kendaraan yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Komitmen Majukan Pangan Indonesia, Rajawali Nusindo Distribusikan Bantuan Stunting
Terdapat dua sasaran dari program ini, Pertama, mengembangkan substitusi kebutuhan impor minyak mentah. Kedua, mewujudkan net zero emission pada tahun 2060. Hal ini sejalan dengan upaya menekan impor minyak mentah sekaligus menerapkan transisi energi secara berkelanjutan.
Namun, hingga bioethanol itu tersedia di Indonesia, Pertamina tetap menjalankan ketahanan energi dengan mengakuisisi sumber minyak baru, tidak hanya di dalam negeri melainkan juga di luar negeri. Beberapa sumur minyak yang berlokasi di Afrika dan Timur Tengah sudah diakuisisi dengan nilai lebih dari USD5 Miliar.
Selain bioethanol, Kementerian BUMN juga menyiapkan upaya transisi energi berkelanjutan, dengan mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik dan membangun EV Ecosystem dari hulu ke hilir. Salah satunya dengan membentuk Indonesia Battery Corporation (PT Industri Baterai Indonesia) pada 26 Maret 2021.***
Artikel Terkait
Erick Thohir Minta Penyelewengan Dana Pensiun BUMN Diusut Tuntas!
Cek Pasar Induk Cipinang, Erick Thohir: Wasit Aja Ketangkep, Apalagi Penimbun Beras
Terus Tumbuh, Erick Thohir Apresiasi Program PNM Mekaar Inisiasi Presiden Jokowi
4 Tahun Kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir, PTPN XIV Didorong Terus Berinovasi dan Berkembang
World Sight Day 2023, Erick Thohir Gelar Pemeriksaan Mata dan Operasi Katarak Gratis di Bandung