Pertama Dalam 40 Tahun, Pupuk Indonesia Bangun Kawasan Industri Pukpuk di Papua Barat Guna Wujudkan Kedaulatan Pangan Nasional

Photo Author
Atikah IW, Kabar BUMN
- Sabtu, 25 November 2023 | 14:45 WIB
Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan di Kawasan Industri Pupuk, Fakfak, Papua Barat. (Dok. Pupuk Indonesia)
Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan di Kawasan Industri Pupuk, Fakfak, Papua Barat. (Dok. Pupuk Indonesia)

Di kawasan ini, akan dibangun pabrik dengan kapasitas produksi pupuk urea sebesar 1.150.000 ton per tahun serta ammonia 825.000 ton per tahun.

"Pupuk Indonesia akan terus mendukung pemerintah dalam program ketahanan pangan nasional, salah satunya dengan meningkatkan kapasitas produksi pupuk melalui Proyek Kawasan Industri Pupuk di Fakfak. Keberadaannya akan menyuplai kebutuhan pupuk di Indonesia, khususnya untuk sektor pertanian,” tandas Rahmad.

Dengan tambahan kapasitas tersebut, lanjut Rahmad, keberadaan kawasan industri pupuk baru di Papua Barat ini akan memperkuat posisi Pupuk Indonesia sebagai perusahaan penyedia pupuk terbesar di Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika Utara.

Lebih lanjut Rahmad juga menjelaskan bahwa kawasan industri pupuk ini juga akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia Timur, pemerintah, dan negara.

Baca Juga: PLN dan KLHK Teken MoU Kolaborasi Tingkatkan Penggunaan Energi Terbarukan

Selain mendukung iklim investasi, proyek ini akan menyerap tenaga kerja sebanyak 10.000 orang selama masa konstruksi dan 400 orang saat beroperasi.

Adapun potensi kontribusi pertumbuhan ekonomi domestik melalui penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di proyek mencapai sekitar Rp10 triliun.

Sementara kontribusi bagi pendapatan daerah diperkirakan mencapai Rp15 miliar per tahun.

"Keberadaan kawasan industri pupuk ini akan memiliki dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. Kawasan industri pupuk ini nantinya juga dapat memberikan kontribusi positif dengan mendorong tumbuhnya bisnis pendukung kawasan sekitar sebesar Rp650 miliar per tahun," ungkap Rahmad.

Baca Juga: Pesta Rakyat Danau Toba dan Aquabike Jetski World Championship di Samosir Sedot Puluhan Ribu Pengunjung

Terakhir ia mengungkapkan pabrik pupuk Urea ini ditargetkan akan mulai berproduksi pada awal tahun 2028.

Di mana proyek dijalankan oleh Pupuk Kalimantan Timur yang merupakan salah satu anggota holding dari Pupuk Indonesia.

"Pabrik ini dibangun melalui pendekatan ESG, yaitu pemanfaatan teknologi baru yang lebih rendah karbon, serta ramah lingkungan," tutup Rahmad.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Atikah IW

Tags

Artikel Terkait

Terkini