Pendekatan yang dilakukan PHR sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Vice Chairman SKK Migas, Nanang Abdul Manaf, dalam forum International Oil & Gas Forum (IOG) 2023, di Nusa Dua, Bali, September lalu.
Baca Juga: Tingkatkan Daya Saing Global, Telkom Dukung Sertifikasi Halal 497 UMKM Binaan
Dalam paparan yang berjudul “Indonesia Upstream Oil and Gas: Long Term Business Plan”, Nanang mengatakan bahwa di masa mendatang, keandalan bisnis hulu migas Indonesia tidak saja bergantung kepada ketersediaan modal, tapi juga inisiatif-inisiatif penerapan teknologi yang intensif, guna meningkatkan produksi.
Lapangan Petani adalah salah satu lapangan terbesar di Sumatera Light Oil North, Wilayah Kerja Rokan.
Ditemukan pada tahun 1964, lapangan ini mulai berproduksi sejak 1968 dengan jumlah produksi awal sebesar 17.000 BOPD.
Baca Juga: Peduli Kesehatan Wanita, Perhutani Gelar Talkshow Road to Zero HPV untuk Srikandi Perhutani
Puncak produksi minyak dari lapangan ini terjadi pada 1971, dengan jumlah produksi sebesar 100.0000 BOPD.
Secara alamiah tingkat produksi lapangan ini terus menurun hingga lebih kurang 4000 BOPD pada saat dialih kelola kepada PHR pada Agustus 2021.
Artikel Terkait
Apa Itu Jetlag dan Cara Mengatasinya agar Tubuh Tetap Nyaman Selama Bepergian
KAI Imbau Seluruh Penumpang Tak Gunakan Headphone dan Sejenisnya Saat Menunggu Kereta di Peron Stasiun
Yuk, Ikuti Kompetisi Jurnalistik yang Digelar Pupuk Indonesia dengan Total Hadiah Rp210 Juta!
PT TWC Raih Peringkat Emas di Ajang Penghargaan SNI Award 2023
Holding BUMN Farmasi Bio Farma Buka Lowongan Magang bagi Fresh Graduate S1 Jurusan Psikologi dan Manajemen, Simak Syaratnya!