Tak hanya itu, kata dia, metode ini juga diterapkan pada seluruh aspek seperti kepemimpinan, perencanaan strategis, pengelolaan pelanggan, pengukuran analisis dan manajemen pengetahuan, tenaga kerja, operasional dan hasil-hasilnya.
Karenanya, dua tahun sejak diterapkan metode Malcolm Baldrige yaitu sejak 2016 hingga 2020, PLN UID Jakarta Raya berhasil memperoleh evaluasi kinerja dengan kategori Emerging Industry Leader. Kemudian, di tahun 2022 saat dilakukan pengukuran kinerja, PLN UID Jakarta Raya kembali berhasil naik tingkat dan memperoleh kategori Industry Leader.
”Tahun 2023 ini, PLN UID Jakarta Raya kembali menoreh prestasi dengan meraih kategori Industry Leader versi Malcolm Baldrige selama dua tahun berturut-turut serta kategori World Class versi IPEA, luar biasa,” kata Lasiran.
Sementara itu, Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara mengatakan, penghargaan yang diterima ini sekaligus menjadi bukti komitmen PLN EPI sebagai perusahaan berkinerja unggul dan berkelanjutan.
"Kunci dari kesuksesan PLN EPI untuk meraih penghargaan yaitu lewat tata kelola perusahaan yang akuntabel dan transparan. Kami memastikan rantai pasok energi primer ke pembangkit aman dan memastikan setiap proses bisnis dapat memberikan multiplier effect," pungkas Iwan.***
Artikel Terkait
PLN Journalist Award Kembali Dibuka, Mengulik Transisi Energi dari Sudut Pandang Jurnalis
PLN dan KLHK Teken MoU Kolaborasi Tingkatkan Penggunaan Energi Terbarukan
Akselerasi Teknologi dan Digitalisasi, PLN dan Huawei Resmikan Joint Innovation Center
Program TJSL PLN di Bidang Kesehatan Mampu Kurangi Angka Stunting di Indonesia
Dukung Pengembangan Wisata Papua, PLN Salurkan Bantuan Sanitasi Fasum di Pulau Sapomi, Biak