3 Kinerja Terbaik SIG Dapat Penghargaan Tamasya Award 2023 dari Kementerian ESDM

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 13 Desember 2023 | 16:30 WIB
Direktur Operasi PT Semen Gresik, Benny Ismanto (kanan) menerima penghargaan Tamasya Award 2023 yang digelar Ditjen Minerba Kementerian ESDM di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (8/12). (DOK.PT Semen Gresik)
Direktur Operasi PT Semen Gresik, Benny Ismanto (kanan) menerima penghargaan Tamasya Award 2023 yang digelar Ditjen Minerba Kementerian ESDM di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (8/12). (DOK.PT Semen Gresik)

Melalui program ini, Perusahaan mangajak kaum perempuan memanfaatkan pekarangan rumah untuk lahan bercocok tanam sayuran.

Baca Juga: Dukung Upaya Kemanusiaan, Aksi Donor Darah Elnusa Kumpulkan 546 Kantong Darah Sepanjang 2023

Selain untuk dikonsumsi sendiri, hasil panen juga bisa dipasarkan baik secara langsung maupun dalam bentuk produk turunan, sehingga dapat membantu perekonomian keluarga.

Para ibu rumah tangga yang tergabung dalam program Bumi Kartini di Desa Ngampel, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan bercocok tanam sayuran. (DOK.PT Semen Gresik)

Saat ini, Bumi Kartini beranggotakan 879 orang perempuan, di mana 161 di antaranya merupakan kelompok rentan lansia.

Baca Juga: Lengkapi Kebutuhan Alutsista TNI AU, Dirgantara Indonesia Kirimkan NC212i Dengan Propeller Baru

Sayuran yang telah dihasilkan dari program ini dengan memanfaatkan total 9.324 Ha, meliputi kembang kol, kubis, terong, markisa, kangkung, wortel, kacang panjang, buncis, pakcoy, selada, sawi, pare yang rata-rata produksinya mencapai 1.405 Kg per bulan.

Beberapa di antaranya dikembangkan menjadi produk turunan olahan, seperti selai terong, kripik pare, kripik terong, dan sirup markisa.

Bumi Kartini mampu mengatasi persoalan sosial sekaligus lingkungan karena dikembangkan berdasarkan pada konsensus empowering problem to solve the problem.

Baca Juga: 5 Kafe Tengah Sawah di Kulon Progo Yogyakarta yang Sajikan Panorama Hamparan Persawahan dan Perbukitan nan Syahdu

Limbah urin sapi yang selama ini langsung dibuang ke aliran anak Sungai Lusi berpotensi memicu terjadinya pencemaran dan menurunya kualitas air.

Di lain sisi, urin sapi juga mengandung gas metana yang dapat menyebabkan efek rumah kaca. Dengan diolah menjadi biourin, ancaman terhadap lingkungan dapat dihindari, bahkan terbukti berhasil mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Sementara program MAS SOLTAN (Sistem Reklamasi Tambang yang Berdampak Sosial dan Berkelanjutan) yang dijalankan oleh SBI Pabrik Narogong, Jawa Barat, menggabungkan potensi-potensi di lahan reklamasi dengan program kemitraan bersama masyarakat di sekitar area operasional.

Baca Juga: Majukan UMKM Lewat Event UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, BRI Dapat Apresiasi Presiden Joko Widodo

Program yang berbasis pada pertanian terpadu (integrated farming) ini telah melahirkan 7 kelompok binaan (3 kelompok tani, 1 kelompok ternak, 1 kelompok penyulingan dan 2 kelompok olahan atsiri) dari 4 desa sekitar operasional perusahaan untuk mempelajari sistem agroforestry, penggemukan sapi, pengolahan produk turunan atsiri, pemanfaatan lahan kritis dengan budidaya sorghum serta pemanfaatan mikoriza pada media tanaman di lahan reklamasi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini