Dukungan Bio Farma dan MSD kepada Kementerian Kesehatan Terkait Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim Tahun 2023-2030

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Minggu, 17 Desember 2023 | 18:00 WIB
Acara deklarasi resmi Kementerian Kesehatan terkait Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim untuk periode 2023-2030 di Jakarta, Minggu (17/12/2023). (Dok. Bio Farma)
Acara deklarasi resmi Kementerian Kesehatan terkait Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim untuk periode 2023-2030 di Jakarta, Minggu (17/12/2023). (Dok. Bio Farma)

Kabar BUMN - Kementerian kesehatan secara resmi mendeklarasikan Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim untuk periode 2023-2030 di Jakarta hari ini, Minggu (17/12/2023).

Melalui rencana ini, Kemenkes menargetkan 90 persen anak perempuan dan laki-laki di Indonesia mendapatkan imunisasi HPV pada 2031.

Target tersebut selaras dengan strategi Eliminasi Kanker Leher Rahim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menargetkan 90% anak perempuan menerima vaksinasi lengkap dengan vaksin HPV pada usia 15 tahun, dan diikuti oleh target skrining 70% dan pengobatan 90% .

Baca Juga: Klarifikasi Bio Farma Soal Kabar Stok Vaksin Gotong Royong Masih 3 Juta: Itu Data November 2022

Sebelumnya, RAN Eliminasi Kanker Leher Rahim yang sama telah dideklarasikan oleh Presiden Joko Widodo bersama Presiden Amerika Serikat Joseph R. Biden Jr. dalam pertemuan di Washington D.C pada 13 November 2023 lalu.

“Kanker leher rahim merupakan jenis kanker dengan tingkat kematian tertinggi kedua pada wanita di Indonesia, dan 70% kanker serviks didiagnosa pada stadium lanjut.

“Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim yang akan dijalankan hingga 2030 mendatang merupakan sebuah ikhtiar bersama untuk mengeliminasi kanker leher rahim di Indonesia.

Baca Juga: Tinggal 2 Hari Lagi, Bio Farma Buka Lowongan Magang bagi Fresh Graduate S1 Psikologi dan Manajemen, Simak Kualifikasinya

“Salah satu program yang kami rencanakan untuk mengeliminasi kanker leher rahim adalah dengan memiliki produksi vaksin HPV yang diutamakan produksi dalam negeri.

“Diharapkan pada tahun 2030 akan susah menemukan cerita kanker serviks, karena Indonesia sudah bebas kanker serviks,” papar Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam kata sambutannya.

RAN Eliminasi Kanker Leher Rahim merupakan strategi komprehensif yang dicanangkan pemerintah Indonesia untuk memperkuat sistem kesehatan nasional dengan memperluas akses masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dengan teknologi kesehatan yang lebih maju.

Baca Juga: Holding BUMN Farmasi Bio Farma Buka Lowongan Magang bagi Fresh Graduate S1 Jurusan Psikologi dan Manajemen, Simak Syaratnya!

Tak hanya berfokus pada penyediaan layanan kesehatan, pemerintah juga berharap hambatan terhadap intervensi kanker leher rahim yang berakar pada tantangan sosial, pembiayaan, budaya, sosial dan struktural hilang dengan gencarnya edukasi kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.

RAN tersebut disusun berdasarkan empat pilar tindakan, yakni:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini