”Ketika kita berbicara tentang gender dan transisi energi, isunya adalah kesetaraan. Tidak hanya isu sosial, namun juga ekonomi. Karena perempuan bisa terhalang dari kesempatan beraksi nyata mengatasi perubahan iklim,” kata Veronica.
Veronica mengatakan, perempuan juga sangat terdampak oleh iklim kerja di suatu perusahaan. Padahal, perempuan telah memiliki investasi yang besar saat menempuh pendidikan sebelum terjun ke dunia kerja.
"Faktanya, perempuan mempunyai prestasi yang sangat baik di tingkat perguruan tinggi. Persoalannya adalah ketika lulus dari pendidikannya dan memasuki dunia kerja. Apa yang kami lihat adalah penurunan yang sangat menarik setelah beberapa tahun pertama, di awal karir mereka, mereka meninggalkan dunia kerja dan pada dasarnya investasi dalam pendidikan ini sia-sia," terang Veronica
Menurut Veronica, hal tersebut tidak terlihat pada iklim kerja di PLN. Menurutnya, PLN terus berupaya meningkatkan kesadaran pegawainya akan kesetaraan gender dan memberikan kesempatan perempuan untuk berkarya dan terlibat dalam tiap lini proses bisnis.
”Sangat jelas PLN memiliki banyak perempuan bertalenta hasil dari manajemen sumber daya yang baik dan sungguh merupakan competitive advantage bagi bisnis. Saya tahu PLN serius mendorong untuk sistem organisasinya benar-benar menjunjung tinggi kesetaraan gender,” tutup Veronica.***
Artikel Terkait
Kunjungi 15 Kampus, PLN Melalui Srikandi PLN Goes to Campus Ajak Mahasiswa Siap Hadapi Transisi Energi
14 Kerja Sama Global yang Berhasil Dijaring PLN dalam COP28, dari Akselerasi EBT hingga Pensiun Dini PLTU
Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru, PLN Terapkan Masa Siaga Kelistrikan Nasional
Olah Penampungan Sampah Jadi Smart Farming, Kelompok Wanita Tani Binaan PLN Mampu Hasilkan Ratusan Juta
Sustainability Day 2023: Ini Langkah PLN Jalankan Bisnis Berkelanjutan Berbasis ESG