Dalam upaya percepatannya, Hutama Karya menerapkan beberapa teknologi dan inovasi, seperti penggunaan alat-alat berteknologi Jepang khususnya dengan mesin pengebor terowongan atau Tunnel Boring Machine (TBM).
Selain itu melakukan pengadaan sumber daya khusus untuk mengerjakan proyek terowongan, mempercepat proses fabrikasi serta mengubah sequence (tahapan konstruksi).
Tjahjo juga mengatakan bahwa Hutama Karya berkomitmen untuk menyelesaikan proyek yang memiliki peran strategis ini secara tepat waktu dan tepat mutu khususnya dalam meningkatkan infrastruktur transportasi perkotaan.
“Proyek ini nantinya dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk memberikan alternatif transportasi yang efisien, mengurangi kemacetan dan meningkatkan mobilitas masyarakat namun juga memajukan potensi wisata budaya karena berada di kawasan Jakarta Kota,” tutup Tjahjo.
Sebagai catatan, Hutama Karya telah memiliki portofolio yang baik dengan merampungkan proyek MRTFase 1 CP106rute Dukuh Atas-Bundaran HI.***
Artikel Terkait
Hutama Karya Tambah Ruas Tol Fungsional Baru di Trans Sumatera Selama Libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024
Implementasikan Green Construction, Jalan Tol Binjai–Pangkalan Brandan Menjadi Pilot Project Konstruksi Berkelanjutan Hutama Karya
8 Wilayah di Indonesia yang Mendapat Bantuan Senilai Rp1 Miliar dari Program Hutama Karya Peduli Pendidikan dan Soaial
2 Ruas Jalan Tol Kelolaan Hutama Karya yang Buka Konektivitas 2 Provinsi di Sumatra pada Libur Nataru
PT Hutama Karya Catat Progres Signifikan Terhadap Ruas Tol Sirip atau Feeder di Riau dan Sumatera Barat