Diketahui juga bahwa bendungan ini nantinya dapat mereduksi banjir sebesar 85,38 persen.
Sedangkan untuk sumber air yang ditampung sendiri dari DAS Bolango dengan luas 243,19 kilometer persegi.
Tak hanya itu, bendungan ini juga nantinya berpotensi sebagai pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas 4,96 Megawatt serta dapat bermanfaat sebagai penyuplai air baku yang bisa menghasilkan 2,2 meter kubik perdetik.
Memiliki peran penting sebagai pencegah atau pengendali banjir, irigasi persawahan, hingga sarana pendukung untuk pembangkit listrik layaknya PLTA, bendungan menjadi salah satu infrastruktur yang memiliki andil besar bagi lingkungan.
Yang nantinya berpotensi menjadi pariwisata bahkan sarana olahraga air.
Dikenal sebagai BUMN Karya champion dalam pembangunan bendungan, PT Brantas Abipraya (Persero) raih dua penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk pekerjaan pembangunan Bendungan Bulango Ulu.
Adapun raihan dua MURI tersebut atas Pengerjaan Galian Terowong Spillway dengan Tingkat Kemiringan Tertinggi dan Pengerjaan Galian Terowong Spillway Terlebar.
“Raihan MURI ini tentunya akan memberikan motivasi kepada Brantas Abipraya untuk terus dan lebih keras lagi, lebih cerdas lagi dalam berkarya membangun negeri,” tutup Toha.
Artikel Terkait
Pemanfaatan Sampah Organik, Brantas Abipraya Wujudkan Lingkungan Bersih
Brantas Abipraya Bangun Bendungan Bagong, Nantinya Akan Dukung Irigasi di Trenggalek
Memantapkan Nilai Kebangsaan, Brantas Abipraya Gandeng Lemhannas untuk Meningkatkan Kualitas SDM
Brantas Abipraya Maksimalkan Pemanfaatan Gedung Sapta Taruna Lewat PMN Non Tunai