Dalam proses restrukturisasi ini, Waskita telah membentuk unit financial controller untuk memastikan berjalannya pengendalian sistem keuangan dan kesatuan likuiditas dalam sentralisasi pembayaran.
Baca Juga: Tumbuh 33,9%, Volume Transaksi Cash Management QLola by BRI Melesat Capai Rp6.788 Triliun
Penerapan tata kelola perusahan yang baik juga dilakukan perseroan sebagai bentuk komitmen terhadap pemegang saham. Dalam rangka penerapan tata kelola manajemen risiko perusahaan, Perseroan telah membentuk Komite Manajemen Risiko Konstruksi untuk memastikan setiap proyek yang didapat merupakan proyek yang sehat secara finansial seperti adanya ketentuan monthly payment, uang muka dan adanya kepastian pembayaran dari owner.
Perseroan juga telah berupaya untuk melakukan identifikasi gap terhadap best practice sistem pengendalian internal termasuk penyelarasan kebijakan akuntansi melalui rekomendasi ICOFR (Internal Control Over Financial Reporting).
“Penguatan implementasi tata kelola Perusahaan yang baik juga terus dilakukan oleh Perseroan dalam menjalankan proses bisnis secara profesional dan berintegritas sehingga kepercayaan yang diberikan oleh publik dapat kami jaga dengan baik,” tutup Oho.
Saat ini, Perseroan telah kembali kepada core business-nya sebagai kontraktor murni. Harapannya proyek-proyek yang didapatkan oleh Waskita dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu dan memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan.***
Artikel Terkait
Waskita Selesaikan Proyek Bendungan Karian, Presiden Jokowi: Bendungan Ini Juga Bermanfaat Bagi..
Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Serpong-Cinere Garapan Waskita Sebagai Jalur Alternatif Menuju Bandara Soetta
Percepat Penyelesaian Tol Bocimi Hingga Sukabumi Barat, Sarana Multi Infrastruktur Akuisisi 25% Saham Waskita Toll Road di Trans Jabar Tol
Waskita Karya Jamin Bakal Selesaikan 7 Proyek IKN Semester I/2024
PT Sarana Multi Infrastruktur Akuisisi 25% Saham PT Waskita Toll Road di PT Trans Jabar Tol, Komitmen Selesaikan Tol Bocimi hingga Sukabumi Barat