Hutama Karya Dukung Sejumlah Proyek KPBU, Dorong Kontribusi Kemajuan Infrastruktur Indonesia

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 8 Maret 2024 | 17:30 WIB
Salah satu proyek KPBU yang dilaksanakan oleh Hutama Karya. (Dok. Hutama Karya)
Salah satu proyek KPBU yang dilaksanakan oleh Hutama Karya. (Dok. Hutama Karya)

Berdasarkan acara Market Sounding tanggal 23 November 2023 yang dilakukan oleh Kementerian PUPR sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja sama (PJPK), Nilai Investasi atau Capital Expenditure (CAPEX) proyek ini mencapai Rp 2,8 triliun, dengan jadwal pelaksanaan lelang prakualifikasi pada kuartal ke-1 tahun 2024.

Baca Juga: Hari Ini! Hutama Karya Akan Terapkan Tarif Gerbang Tol Lima Puluh - Junction Indrapura, Berikut Besaran Tarifnya

Selanjutnya, proyek KPBU Pelabuhan Anggrek Gorontalo milik Kementerian Perhubungan akan dilakukan pengembangan terhadap fasilitas pelabuhan eksisting secara komersial.

Dalam rencana pengembangannya, PT Anggrek Gorontalo Internasional Terminal selaku BUP KPBU Pelabuhan Anggrek telah memilih Hutama Karya sebagai kontraktor pelaksana.

Hutama Karya berhasil mengantongi kontrak konstruksi dengan masa pengerjaan selama 2 tahun.

Baca Juga: Raih Gelar Doktor, Salah Satu Direktur Hutama Karya Teliti Faktor Penentu Keberhasilan pada Pembiayaan Jalan Tol di Indonesia

Lingkup pekerjaan yang dilakukan dimulai dari desain hingga pemeliharaan pelabuhan, dan telah dilaksanakan groundbreaking terhadap proyek KPBU Pelabuhan Anggrek Gorontalo.

Adapun Nilai Investasi atau CAPEX proyek ini sebesar Rp 1,4 triliun.

Terakhir, pelaksanaan proyek KPBU Pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura – Wamena Segmen Memberamo – Elelim milik Kementerian PUPR ini dirancang dengan panjang 50,14 km, dengan perkiraan biaya investasi sebesar Rp 3,3 triliun.

Baca Juga: Tumbuhkan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Hutama Karya Gelar Berbagai Kegiatan pada Bulan K3

Sama dengan proyek KPBU lainnya, proyek ini juga rencananya akan dikerjakan selama dua tahun dengan lingkup antara lain desain atau perencanaan, pembangunan serta preservasi jalan dan jembatan dengan tetap menjaga fungsional jalan dan jembatan eksisting, serta pembangunan fasilitas penimbangan.

Tjahjo menambahkan, terdapat dua faktor keberhasilan pengerjaan proyek KPBU yakni dari sisi pembangunan teknis dengan menggunakan teknologi digital construction yang menjadi keunggulan Hutama Karya, dan dukungan pembiayaan yang baik.

“Keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak terlepas dari dukungan Pemerintah melalui sejumlah skema pendanaan seperti Penyertaan Modal Negara (PMN) yang berasal dari Anggaran Pendanaan dan Belanja Negara (APBN), atau skema pendanaan alternatif seperti Public Private Partnership (PPP) dengan melibatkan sektor publik dan swasta, termasuk pembiayaan investasi oleh pemerintah atau pengguna,” tutup Tjahjo Purnomo, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.

Baca Juga: Peduli Pendidikan dan Sosial, Hutama Karya Salurkan Bantuan Senilai Rp 1 M di 8 Wilayah di Indonesia

Untuk diketahui, Hutama Karya telah mendalami proyek skema KPBU sejak tahun 2022 melalui perolehan kontrak proyek Pengembangan Proving Ground Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Bekasi, di Jawa Barat bersama PT Indonesia International Automotive Proving Ground (IIAPG) yang terdiri dari 6 pemegang capital structure.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini