"Karena kita ketahui hutan mangrove memiliki fungsi penting dari aspek ekologi, ekonomi maupun mendukung kehidupan sosial budaya masyarakat.
"Ekosistem ini habitat penjaga bagi kehidupan baik di daratan perairan laut dan menjaga kualitas atmosfer dari polusi karbon,” pungkasnya.
Harapannya dari kegiatan Rehabilitasi Mangrove di Nusa Tenggara Timur ini dapat mengajak masyarakat luas untuk lebih aktif mencintai lingkungan dan melakukan aksi peduli lingkungan sehingga pada akhirnya dapat membantu peningkatan kualitas lingkungan hidup dan juga kualitas hidup masyarakat.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.***
Artikel Terkait
Pertamina & Menteri LHK Bersama Mendukung Dekarbonisasi, dan Solusi Perubahan Iklim
Pertamina Raih Tiga Apresiasi Fortune Indonesia Change The World 2023
Pertamina Geothermal Energy, GDC dan AGIL Sepakati Percepatan Pengembangan 2 Lapangan Panas Bumi di Kenya
Pertamina Dorong Kolaborasi Demi Keberlanjutan dan Pengembangan Bisnis Melalui Unit Usaha
Peringati HPSN, Pertamina EP Sangasanga Field Perkenalkan Cara Pengelolaan Sampah kepada Siswa SD