Kabar BUMN - Sepekan terakhir cuaca ekstrem tengah melanda perairan selat Sunda khususnya di pelabuhan Merak, Banten.
Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca ekstrem untuk empat wilayah perairan di Banten.
Termasuk salah satunya adalah wilayah selat Sunda bagian utara yang merupakan lintasan kapal ferry Merak-Bakauheni.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengimbau pengguna jasa penyeberangan ferry khususnya di lintas Merak-Bakauheni agar selalu berhati-hati.
Baca Juga: Kunjungi KAI, CCAS Lakukan Benchmarking Layanan Contact Center KAI 121
Terkait cuaca ekstrem tersebut. Selvy Arifin selaku Corporate Secretary memastikan ASDP akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan seluruh lembaga terkait, termasuk BMKG, Kepolisian, dan BPTD yang memiliki kewenangan dalam pengaturan jadwal kapal.
Guna memperoleh informasi terbaru tentang kondisi cuaca dan perizinan berlayar sesuai jadwal yang ditetapkan.
“Dampak yang paling signifikan dari cuaca ekstrem adalah terganggunya jadwal pelayanan kapal dan kemungkinan terhambatnya mobilitas penumpang serta barang."
"Oleh karena itu, ASDP memohon pengertian dan kerjasama seluruh pengguna jasa saat terjadi cuaca ekstrem, dan kebijakan regulator menyatakan bahwa pelayanan penyeberangan ditutup sementara hingga kondisi normal kembali."
"Hal ini demi keselamatan dan keamanan pelayaran dan khususnya seluruh penumpang penyeberangan," ujar Shelvy menegaskan.
Manajemen ASDP, lanjut Shelvy, memprioritaskan layanan prima yang mengedepankan aspek keselamatan dalam pelayaran.
Manajemen juga melakukan mitigasi dalam menghadapi cuaca ekstrem, dimana secara berkala memberikan pelatihan khusus kepada para nahkoda dan awak kapal dan memastikan mereka memiliki pengetahuan serta keterampilan yang memadai untuk menghadapi perubahan cuaca.
Artikel Terkait
Sambut Hari Raya Nyepi, ASDP Tutup Sementara Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk dan Padangbai-Lembar
ASDP Pastikan Kesiapan Sarana dan Prasarana Mudik Lebaran 2024
Selama Hari Raya Nyepi, ASDP Tutup Sementara Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk dan Padangbai-Lembar
ASDP Seberangkan 102 Ribu Penumpang dan 25 Ribu Kendaraan dari Jawa Menuju Sumatera di Lipur Panjang Nyepi