Untuk diketahui, Waskita meraih kontrak paket pekerjaan proyek properti milik Bukit Asam ini senilai Rp151 miliar dengan lingkup pekerjaan Struktur, Arsitektur dan Mekanikal Elektrikal dan Plumbing.
Waskita memiliki strategi dalam pembangunan sehingga selesai dengan tepat waktu yaitu dengan cara melakukan inovasi Building Information Modeling (BIM) 5D.
Dengan menerapkan BIM 5D dimana proses pekerjaan pada proyek menjadi lebih mudah mulai dari pembuatan gambar kerja, review desain, mapping progress, sequence pekerjaan, quantity take off dan cost estimate, hingga koordinasi dengan pihak yang terlibat pada proses pembangunan proyek baik itu pemberi tugas, kontraktor, maupun konsultan.
Selain itu, dengan adanya sistem data berbasis cloud maka seluruh proses kegiatan proyek dapat terekam dan tersimpan dengan baik juga dapat diakses secara realtime kapanpun dimanapun.
“Waskita selalu mendorong pengembangan green construction saat pelaksanaan konstruksi.
"Penerapan green construction yang merupakan bagian dari aspek green building adalah salah satu upaya Perseroan dalam meningkatkan dan melindungi keragaman ekosistem, memperbaiki kualitas udara, mereduksi limbah serta konservasi sumber daya alam.
"Hal ini menjadi salah satu bentuk komitmen Waskita terhadap keberlangsungan dan penyelamatan lingkungan serta ekosistem alam,” tutup Ermy.***
Artikel Terkait
Mengusung Konsep Green Building, Waskita Selesaikan Revitalisasi Gedung Perkantoran PT Bukit Asam
Waskita Rampungkan Gedung BPSILHK Mataram, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Gelar Peresmian
Mengusung Konsep Green Building, Waskita Selesaikan Revitalisasi Gedung Perkantoran PT Bukit Asam
Sambut Bulan Ramadhan, Berikut Masjid Karya Waskita Karya yang Bisa Digunakan Untuk Shalat Tarawih
Menteri PUPR Harapkan Bendungan Cibeet Menjadi Solusi Pengendalian Banjir, Waskita Terapkan Inovasi BIM Dalam Proses Pembangunan