Indang Apang Galeri, salah satu UMKM binaan Pertamina yang juga menjadi mentor pada pelatihan momen kartini di RB Palangkaraya.
“Selain menjalankan usaha yang sudah saya rintis sejak 2019, saya juga memberikan pelatihan kepada teman-teman pelaku usaha di RB Palangkaraya, dengan mengajarkan membuat anyaman gelang rotan, dan juga saya memberikan pelatihan kepada mahasiswa serta mengisi kegiatan ekstrakurikuler kepada siswa SD hingga SMA,” kata Amel pemilik dari Indang Apang Galeri.
Menurutnya, ia memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumah produksi untuk menganyam berbagai produk.
Baca Juga: Gandeng ENI, Pertamina Jajaki Potensi Kelola Blok Internasional
Antara lain seperti tas ransel, tas pinggang, topi, dompet, dan aksesoris dengan harga mulai dari Rp30.000 hingga Rp1.000.000.
Omset penjualannya mencapai Rp100.000.000 per bulan.
Bahan bakunya didapatkan dari kerjasama dengan pengrajin di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, termasuk Mandomai, Barito, Kaladan, Palangkaraya, dan Pulang Pisau.
“Kami memanfaatkan sisa-sisa limbah rotan menjadi produk sabut cuci piring, dan potongan rotan kecil kami buat untuk gantungan kunci, sehingga tidak ada sisa produk yang menjadi limbah dan mengotori lingkungan,” ucapnya.
Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Korban Terdampak Letusan Gunung Ruang, Pertamina Salurkan Bantuan ke Posko Bencana
Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
Artikel Terkait
PT Pindad Serahkan Lebih dari 1.000 Paket Sembako ke Masyarakat Sekitar Lingkungan Perusahaan
Pupuk Kaltim Raih The Best Anugerah UKM TJSL Awards 2024, Kedepankan Aspek Lingkungan dari Pemberdayaan
Desa-desa Kecil di Jepang, Tempat Menemukan Kehidupan yang Tenang dengan Lingkungan Tertata, Bersih, dan Nyaman