"Kita memberikan kepercayaan kepada Universitas Pertamina untuk memimpin studi yang pertama kali kita akan lakukan di PHE untuk melihat potensi Geologic Hydrogen, dan ini melibatkan banyak sekali keilmuan, mulai dari mapping geologi, survey, pengambilan data geokimia, pengambilan data geofisika, yang sangat kompleks dan lengkap."
"Diharapkan bahwa studi ini akan menjadi langkah pertama bagi PHE dan Indonesia untuk mewujudkan hasil atau upaya kita untuk melakukan dan mencari sumber energi bersih di masa depan,” tandasnya.
Prof. Ir. Eddy Ariyono Subroto, Mewakili Universitas Pertamina, mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada PHE yang telah mempercayakan kepada pihak Universitas Pertamina untuk memimpin studi terkait potensi Geologic Hydrogen tersebut.
Baca Juga: Majukan Kawasan Transmigrasi di Sumsel, Pusri Raih Penghargaan dari Kemendes PDTT RI
“Kami ucapkan banyak terima kasih atas kepercayaannya kepada tim kami untuk melaksanakan studi ini. Ketika kami mengumpulkan tim, sebagian pihak mengatakan ini adalah pekerjaan berat, namun demikian kami yakin dan karena itu kami harus bekerja dengan semangat dan bersungguh-sungguh,” ujar Prof. Eddy.
Peneliti dari Pusat Survei geologi Badan Geologi KESDM, Ruly Setiawan, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik inisiasi pertamina yang mencoba mengungkap potensi Geologic Hydrogen ini di Indonesia.
“Beberapa waktu lalu kami bersama rekan-rekan PHE secara intensif membahas bagaimana rencana untuk mengungkap Geologic Hydrogen atau natural Hydrogen khususnya di Kawasan Sulawesi," terangnya.
"Jadi ini semacam keberuntungan, karena selama ini mungkin kita tidak terlalu fokus pada potensi Geologic Hydrogen ini, mudah-mudahan Kedepannya cukup menjanjikan."
"Kita bisa saling kolaborasi, sehingga kita bisa berperan di porsinya masing-masing. Kami dari sisi pemerintah sesuai tugas dan fungsi kami, menyiapkan data terkait Eksplorasi Geologic Hydrogen maupun kegiatan hulu migas lainnya,” tambahnya.
Tindak lanjut dari Kick Off Meeting tersebut, di tempat yang sama, dilaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) selama dua hari, Selasa dan Rabu (07-08/05).
Kegiatan ini diikuti oleh para Perwira PHE baik kantor pusat serta Regional, serta berbagai pihak dan semua stakeholder, baik dari akademisi dari Universitas (ITB, Unpad, UGM, Uper, Unhas), pemerintahan (ESDM, DEN, BRIN, Pusdatin, BBSPGL, BBPMGB LEMIGAS) dari industri (Schlumberger), dan ikatan profesi (IAGI, HAGI).
Baca Juga: Ketahui Barang Apa Saja yang Boleh dan Tidak Boleh Dibawa dari Hotel
Tujuannya yakni bersama-sama merumuskan serta melihat bersama bagaimana dari sisi teknis maupun dari sisi policy diterapkan untuk langkah eksplorasi Geologic Hydrogen tersebut.
Artikel Terkait
Tentang Peran PHE di Era Transisi Energi, Direktur Eksplorasi PHE: Energi Fosil Masih Sangat Dibutuhkan
Setelah Beberapa Tahun Mengelola, PHE Resmi Alih Kelola Wilayah Kerja Siak dan Kampar kepada Energi Mega Persada
Utilisasi Gas Bumi, Kompresor Gas Pertagas Dimanfaatkan untuk Operasi dan Produksi Migas PHE
4 Local Hero PHE Raih Penghargaan dari KLHK RI di Festival Pengendalian Lingkungan 2024
Dirut PDC Lakukan Management Walk Through ke Mike-Mike Flow-Station PHE