"Pengembangan panas bumi merupakan upaya mendukung Pemerintah mencapai target bauran energi nasional dan juga sebagai upaya Pertamina dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan," pungkas Fadjar.
Penandatanganan JDA ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan kedua perusahaan untuk mendukung transisi energi di Indonesia.
Melalui kerja sama strategis ini, PGE dan PLN IP bertekad untuk memaksimalkan potensi energi panas bumi, menciptakan nilai ekonomi, serta memberikan manfaat sosial dan lingkungan yang signifikan.
Ke depannya, PGE akan terus memperkuat komitmennya untuk menjadi perusahaan energi hijau kelas dunia dengan menegakkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam segala aktivitas bisnis dan operasionalnya.
Berdasarkan pengumuman di Bursa Efek Indonesia (28/5), efektif per 3 Juni 2024, perusahaan dengan kode saham PGEO ini masuk ke dalam indeks ESG Quality 45 KEHATI, menempatkannya sebagai salah satu dari 45 saham terbaik berdasarkan penilaian kinerja keberlanjutan, kualitas keuangan, likuiditas, dan implementasi aspek ESG.
Pengakuan ini tidak terlepas dari berbagai inisiatif yang dilaksanakan di berbagai Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) PGE.
Seperti pemberdayaan masyarakat PGE Area Ulubelu yang berfokus pada perhutanan sosial masyarakat, program unggulan kopi Canaya Geothermal Coffee di PGE Area Kamojang, serta program Setor Jo di PGE Area Lahendong yang mengolah limbah menjadi eco-enzym dan ecobrick. (*)
Artikel Terkait
PGE Catatkan Laba Kuartal III 2023 yang Melampaui Laba Penuh Tahun 2022
Perwira PGE Ciptakan Inovasi Teknologi Portable Real-Time Production Testing Geoflowtest
Human Capital & Performance Awards 2023, Direktur Utama PGE Didapuk Best CEO di Industri Energi
Buktikan Indonesia Bisa Manfatkan Energi Bersih untuk Sektor Pariwisata, PGE Resmikan Lao Lao Geopark di Lahendong
PGE Masuk Indeks ESG Quality 45E IDX KEHATI, Tunjukan Komitmen Keberlanjutan