HKI Wakili Indonesia di Konferensi Green Building 2024, Paparkan Inovasi Konstruksi Berkelanjutan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 19 Juni 2024 | 15:00 WIB
PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) mendapatkan sorotan di Konferensi Green Building 2024 karena wakili Indonesia paparkan inovasi berkelanjutan. (Dok. HKI)
PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) mendapatkan sorotan di Konferensi Green Building 2024 karena wakili Indonesia paparkan inovasi berkelanjutan. (Dok. HKI)

Kabar BUMN – PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) harumkan nama Indonesia di Konferensi Green Building 2024 yang diadakan di Faculty of Civil Engineering & Architecture, University of Nis Serbia pada tanggal 5 Juni 2024.

HKI menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia di antara 48 tim dari berbagai negara yang mempresentasikan inovasi mereka dalam industri konstruksi berkelanjutan.

Konferensi Green Building 2024 ini fokus pada pencapaian ilmiah dan praktis dalam arsitektur, perencanaan kota, dan pembangunan berkelanjutan.

Konferensi Green Building 2024 diselenggarakan untuk mengurangi dampak keseluruhan, limbah, polusi, dan degradasi lingkungan.

Baca Juga: Peran Strategis BNI Memperkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Kepada Pengelola Sampah

“Dalam kesempatan ini, HKI membawakan karya penulisan ilmiah bertajuk ‘The Potential of Carbon Reduction Using Hollow Bridge Pier with GR. 550 MPA Steel Earthquake Prone Region’ dan ‘Electrical Density Gauge (EDG) for Quick Quality Control Approach in Soil Compaction’.” ujar Direktur Utama HKI Aji Prasetyanti.

Dua karya ilmiah yang dipaparkan merupakan hasil riset dari Departemen Sistem dan Informasi Teknologi Hutama Karya, Departemen Teknik dan Desain HKI yang bekerjasama dengan akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Riset implementasi EDG telah digunakan di berbagai proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), sedangkan karya ilmiah mengenai pengurangan karbon dengan menggunakan hollow bridge pier masih dalam proses pengujian dan akan diimplementasi lebih lanjut.

Baca Juga: Tertarik Jadi Copywriter di BUMN? Ikuti Saja Program Magang di ANTARA, Lowongan Ini akan Ditutup Dua Hari Lagi

“Penerapan EDG telah kita implementasikan di lima proyek JTTS karya HKI. Dua proyek yang sudah selesai yaitu Jalan Tol Indralaya-Prabumulih dan Bangkinang-Pangkalan."

"Sedangkan untuk tiga proyek lain yang masih berjalan yaitu Proyek Jalan Tol Padang-Sicincin, Binjai-Pangkalan Brandan, dan Lingkar Pekanbaru,” ujar Aji.

Melalui poster ilmiah yang membahas EDG, HKI memaparkan fungsi EDG untuk menentukan kadar air dan kepadatan tanah yang lebih cepat dengan tingkat keakuratan hasil yang dapat diterima sebagai subtitusi pengujian konvensional dengan sand cone.

Hasil EDG dapat digunakan sebagai quality control atau pengendalian kualitas internal pada pekerjaan konstruksi sekaligus sebagai teknologi pemberi nilai efisien dan efektif karena dapat memangkas waktu uji kepadatan tanah.

Baca Juga: 4 Tempat Makan di Jakarta Bagi yang Kangen dengan Kuliner Khas Pontianak

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini