"Program DEB Pertamina berhasil menurunkan 729.127 ton Co2eq per tahun reduksi emisi karbon," ujar Fadjar.
Pertamina, imbuh Fadjar, mengembangkan EBT dengan memanfaatkan 5 jenis energi terbarukan yakni pembangkit listrik tenaga surya, gas metana dan biogas, mikro hidro, biodiesel serta energi hybrid dari energi surya dan angin.
"Program DEB akan terus dikembangkan untuk menjawab tantangan kebutuhan energi bersih yang semakin meningkat," imbuh Fadjar.
Secara nasional, DEB telah menghasilkan energi terbarukan sebanyak 324.039 Wp (tenaga surya), 609.000 m3/tahun (gas metana), 16.500 Wp (Hybrid/Matahari & Angin), 28.000 Watt (mikro hidro) dan 6.500 L/tahun (biodiesel).
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.***
Artikel Terkait
Pertamina Drilling Gelar Donor Darah, Bantu Sesama yang Membutuhkan
Pertamina Mandalika International Circuit Siap Menjadi Moto GP 2024
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024, Ajang Promosi Sportainment Berkelas Dunia
Libur Sekolah Tiba, Pertamina Drilling Gelar Khitan Massal Bagi Anak Para Pekerja
Pertamina Investor Day 2024, Direktur Keuangan Elnusa: Guna Mengoptimalkan Pertumbuhan Berkelanjutan, Perusahaan Perlu Berkolaborasi