Pembentukan InJourney Airports akan membuat pengelolaan bandara akan menjadi lebih sehat dan profitable.
InJourney Airports akan menangani total 172 juta penumpang per tahun dan akan berada di urutan ke-5 perusahaan operator bandara terbesar di dunia, mengalahkan Vinci Airports (Prancis) dan GMR Group (India).
Pembentukan InJourney Airports akan berdampak positif terhadap proporsi PDB yang bersumber dari sektor pariwisata dari 5% menjadi 10%.
Strategi yang dilakukan InJourney Airports adalah dengan meningkatkan pelayanan, melakukan transformasi strategi bisnis, serta memperkuat kualitas operasional dalam rangka menjadikan bandara sebagai face of the nation.
“Berbekal capaian positif di tahun 2023, InJourney melangkah dengan lebih mantap di tahun 2024. InJourney akan terus melakukan pengembangan di sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus dan juga menciptakan berbagai event yang menarik untuk mendorong kunjungan wisatawan.
"Aktivitas pariwisata berkelanjutan juga akan terus didorong untuk memberikan dampak yang luas pada masyarakat baik dari segi ekonomi, sosial, dan lingkungan,” tutup Dony Oskaria.***
Artikel Terkait
Relawan Bhakti BUMN dan InJourney Tingkatkan Fasilitas Pendidikan dan Lingkungan di Sungai Ambawang, Pontianak
InJourney Hospitality Hadir dalam International Tourism Investment Forum (ITIF) 2024
Sambut Libur Sekolah, InJourney Hospitality Hadirkan Paket School Holiday di Bali Beach Hotel, The Heritage Collection dan The Meru Sanur
InJourney Management Development Program Telah Dibuka, Simak Persyaratannya
InJourney Hospitality, Sarinah dan Angkasa Pura I Kolaborasi Gelar InJourney Hospitality House (IHH) Labuan Bajo Tahun 2024 Batch I