Produktivitas Melonjak dan Port Stay Menurun di Pelabuhan Jamrud Nilam Mirah Pasca Transformasi

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Kamis, 27 Juni 2024 | 15:45 WIB
Komitmen SPMT dalam Optimalisasi Pelabuhan Nonpetikemas di Indonesia berhasil mengurangi port stay dan cargo stay. (Dok. SPMT)
Komitmen SPMT dalam Optimalisasi Pelabuhan Nonpetikemas di Indonesia berhasil mengurangi port stay dan cargo stay. (Dok. SPMT)

"Trafik bongkar muat general cargo di Terminal Jamrud Nilam Mirah sampai dengan Mei 2024 mencapai 1.987.180 Ton/M3, tumbuh 15,62% dari capaian trafik bongkar general cargo sampai dengan Mei 2023 yang sebanyak 1.718.694 Ton/M3,” beber Junaedhy.

Baca Juga: Pelindo Multi Terminal (SPMT) Menerima Penghargaan Taxpayer Awards 2023 Kanwil DJP Sumut I

Dijelaskan Junaedhy, SPMT terus melakukan proses transformasi dan standarisasi operasional serta komersial di seluruh pelabuhan berdasarkan enam pilar utama yaitu Proses Bisnis, SDM, Teknologi, Peralatan, Infrastruktur, dan HSSE.

Selain mengurangi port stay dan cargo stay secara signifikan, salah satu penerapan nyata adalah melalui implementasi PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose) di Terminal Jamrud.

Sistem ini telah memperlihatkan peningkatan kinerja yang signifikan sepanjang tahun 2023.

Baca Juga: Sambut Bulan K3 Nasional, Pelindo Gelar Berbagai Kegiatan Bertemakan Safety Culture for SPMT Future

Implementasi PTOS-M terbukti meningkatkan produktivitas dengan mencatatkan kinerja Ton/Ship/Day (T/S/D) yang lebih tinggi.

Sampai dengan Mei 2024, produktivitas kinerja General Cargo meningkat sebesar 26,31% dari 1.494 T/S/D pada periode yang sama tahun 2023 menjadi 1.887 T/S/D secara year-on-year (yoy).

Kinerja Curah Kering juga naik 11% dari 3.303 T/S/D menjadi 3.665 T/S/D, sementara Curah Cair meningkat 29,49% dari 2.156 T/S/D menjadi 2.793 T/S/D pada periode yang sama.

Baca Juga: SPMT Group Tanam Mangrove, Jaga Ekosistem Laut untuk Indonesia

Terminal Jamrud, bagian dari Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, adalah pusat kargo umum dan curah kering yang terdiri dari tiga dermaga yakni Jamrud Utara dan Barat untuk general cargo dan curah kering internasional, serta Jamrud Selatan untuk pelayanan general cargo domestik.

Terminal ini menangani berbagai komoditas seperti beras, gula, jagung, dan besi produksi.

SPMT Branch Jamrud Nilam Mirah juga berperan penting dalam menangani kargo komoditas beras impor dari Vietnam, Thailand, dan negara lainnya untuk didistribusikan ke berbagai wilayah di Jawa Timur.

Baca Juga: Peduli Pendidikan, SPMT Gelar Program Pelindo Mengajar di Sejumlah Sekolah

Sekretaris Perusahaan SPMT Fiona Sari Utami menambahkan, keberhasilan Terminal Jamrud Nilam Mirah dalam mengurangi port stay ini menunjukkan komitmen kuat perusahaan untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi industri maritim.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini