Kabar BUMN – Subholding Upstream Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menyelenggarakan Fieldtrip Exploration Overseas 2024 di Padalarang, Jawa Barat.
Kegiatan yang dilaksanakan melalui Direktorat Eksplorasi, Fungsi Existing Assets ini digelar dengan mengusung tema ‘New Insight Opportunity for Overseas Exploration Strategy and Partnership Engagement’.
Kegiatan fieldtrip ini telah dilaksanakan di Area Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat pada 15 – 19 Juli 2024 lalu.
Baca Juga: Tingkatkan Softskills dan Leadership Perwira, PHE Gelar Sharing Knowledge Bersama Sosok Inspiratif
Peserta kegiatan adalah partner overseas yaitu Petronas Carigali, Inpex dan Petroleum Sarawak EP.
Dwiharso Nugroho, dari Institut Teknologi Bandung (ITB) turut dihadirkan sebagai narasumber di kegiatan ini.
Pelaksanaan fieldtrip eksplorasi overseas ini dilatarbelakangi oleh upaya membangun engagement bersama partner overseas, melalui sarana pembelajaran geologi permukaan potensi batuan reservoir karbonat berumur Oligosen sampai Miosen, yang memiliki kesebandingan terhadap area eksplorasi bersama para partner di area eksplorasi offshore Sarawak.
Baca Juga: Siaga dan Responsif, Tim PHE ONWJ Selamatkan 18 Awak Kapal Karam di Perairan Kepulauan Seribu
Kegiatan fieldtrip diawali dengan aktivitas engagement perkenalan terhadap budaya nusantara khususnya dengan performance angklung di Jawa Barat.
Kemudian dilanjutkan dengan acara pembukaan oleh VP Existing Assets PHE, Bayu Giriansyah, serta perwakilan dari masing-masing partner.
“Fieldtrip Eksplorasi Overseas 2024 ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi kerja sama seluruh kegiatan eksplorasi overseas antara tim Eksplorasi PHE, Petronas Carigali, Inpex dan Petroleum Sarawak EP yang ber-partner di wilayah kerja eksplorasi SK 510, area offshore Sarawak, Malaysia,” ungkap Bayu Giriansyah.
Setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan kesehatan dan safety briefing oleh tim Health Safety Security and Environment (HSSE), para peserta melakukan observasi outcrop atau singkapan batuan Formasi Rajamandala di lokasi Gunung Hawu, yang merepresentasikan batuan karbonat facies atau kelompok batuan terumbu sebagai potensi reservoir di bawah permukaan.
Diskusi dilanjutkan dengan kunjungan di Gunung Bancana untuk observasi tipe batuan karbonat bagian dalam interior serta proses pembentukan Karst (Goa Karst) dan pengenalan terhadap kehidupan manusia purba di lokasi Guha Pawon.
Artikel Terkait
Setelah Hampir 7 Tahun Tak Beroperasi, PHE ONWJ Aktifkan Kembali Platform LES di Lepas Pantai Karawang
Gubernur DKI Jakarta Apresiasi Program Pelaut Tangguh PHE OSES
PDC – Marubeni Itochu Tubulars Asia Bersama PHE Gelar Workshop Teknologi CCS/CCUS, Libatkan Para Ahli Kompeten dari Berbagai Negara
Siaga dan Responsif, Tim PHE ONWJ Selamatkan 18 Awak Kapal Karam di Perairan Kepulauan Seribu
Tingkatkan Softskills dan Leadership Perwira, PHE Gelar Sharing Knowledge Bersama Sosok Inspiratif