Inovasi kompor minyak jelantah itu membantu proses sterilisasi baglog media tanam jamur tiram kepada mitra binaan Program Semur Cendawan.
Sementara itu, kehadiran alat SEMENJANA dan BUMANTARA dapat mengurangi cost production hingga 42 persen.
Hal ini memberikan pendapatan Mitra Inti rata-rata sebesar Rp1.343.750/bulan, dan Mitra Plusma pun mendapat pasar tetap dengan menjual jamur ke Mitra Inti seharga Rp35 ribu per kg.
PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang menjalankan pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di Wilayah Kerja East Kalimantan & Attaka di Kalimantan Timur.
Melalui kerja sama dengan SKK Migas, PHKT bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang inovatif di bidang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, Infrastruktur dan Tanggap Bencana guna mendukung pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).***
Artikel Terkait
Kinerja TW II 2024 : Pertamina Drilling Menjaga Momentum untuk Terus Melaju
Pertamina Raih Penghargaan ESG Bidang Hubungan dengan Pelanggan
Komisaris Utama Pertamina Apresiasi Inovasi Bioetanol Berbahan Sorgum
PT Pertamina Bina Medika IHC / Holding RS BUMN Umumkan Direksi dan Komisaris Baru
Pertamina Mandalika International Circuit Jadi Saksi 6 Jawara Race ARRC