Selain itu, blue ammonia juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pendamping atau co-firing batubara di sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
“Sehingga teknologi penangkapan karbon ini adalah infrastruktur penting dalam pengembangan amonia rendah karbon atau blue ammonia."
"Karena ke depan kami prediksi permintaannya akan semakin meningkat seiring komitmen global terhadap pengurangan emisi karbon,” tutup Rahmad.
Baca Juga: 4 Bukit di Yogyakarta untuk Melepas Penat dengan Menyaksikan Pemandangan Luas dari Ketinggian
Program penangkapan karbon yang dijalankan Pupuk Indonesia ini merupakan salah satu tahapan pada roadmap Pupuk Indonesia dalam upaya mengurangi emisi karbon.
Sebagai informasi, pada 2023 Pupuk Indonesia telah berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 1,55 juta ton atau di atas target 1,21 juta ton.***
Artikel Terkait
Pupuk Indonesia Raih Penghargaan Platinum BISRA 2024 Berkat Program "Social Tour Dambaan"
Sinergi Saudara Sesama BUMN, Pupuk Indonesia Gandeng BULOG Jadi Offtaker Panen Petani Program MAKMUR
Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Pupuk Indonesia Resmikan Gudang Curah Urea 20.000 Ton
Coba Kerja di BUMN, Lamar Magang ke Pupuk Indonesia, Sedang Ada Lowongan untuk Posisi Perencanaan Pengadaan
Pupuk Indonesia Kembali Buka Lowongan Magang untuk Mahasiswa S1, Kali Ini Posisinya Perencanaan Pengadaan