Pefindo Naikkan Peringkat SIG, Kondisi Keuangan Dinilai Sehat dengan Prospek Pasar yang Kuat

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Selasa, 20 Agustus 2024 | 16:00 WIB
Fasilitas solar panel di SIG Pabrik Tuban, Jawa Timur, sebagai upaya peningkatan operational excellence dengan menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan untuk mencapai target dekarbonisasi. (DOK.SIG)
Fasilitas solar panel di SIG Pabrik Tuban, Jawa Timur, sebagai upaya peningkatan operational excellence dengan menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan untuk mencapai target dekarbonisasi. (DOK.SIG)

 

Kabar BUMN – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menjadi idAAA Stabil dari sebelumnya idAA+ Positif.

Kenaikan peringkat tersebut mencerminkan implementasi disiplin oleh emiten berkode SMGR terhadap kebijakan keuangan, kinerja emiten sebagai industri strategis pendukung pembangunan negara, posisi pasar yang kuat yang didukung oleh fasilitas produksi dan logistik yang terdiversifikasi dengan baik, serta profil keuangan yang konservatif.

Sejalan dengan kenaikan peringkat Perusahaan, Pefindo juga menaikkan peringkat Obligasi Berkelanjutan II, serta Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Seri B Tahun 2019, dan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Seri A dan Seri B Tahun 2022 yang diterbitkan oleh Perusahaan, menjadi idAAA dari sebelumnya idAA+.

Baca Juga: Malam Puncak HUT RI, Ajang Apresiasi Pahlawan Produksi Karyawan PTPN IV Regional III

SIG dinilai memiliki kemampuan yang kuat dan unggul (superior) untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang, dibandingkan dengan emiten lainnya di Indonesia.

Perjalanan peringkat SIG oleh Pefindo dimulai pada 2017 dengan peringkat idAA+ Stabil, kemudian mengalami penurunan pada 2019 pasca akuisisi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (d.h. PT Holcim Indonesia Tbk) menjadi idAA+ Negatif, dan kembali turun menjadi idAA Stabil pada tahun yang sama.

Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan nilai interest bearing debt yang signifikan menjadi Rp33,6 Triliun per Juni 2019.

Baca Juga: Jasa Raharja Buka Lowongan Magang untuk Mahasiswa Aktif, Tawarkan Benefit Sertifikat Resmi Kementerian BUMN

Seiring berjalannya waktu, SIG membuktikan komitmen untuk menurunkan pinjamannya melalui pengelolaan pinjaman yang optimal dan optimalisasi arus kas, sehingga membuat peringkat SIG kembali naik menjadi idAA+ Stabil pada 2021, kemudian pada 2023 kembali naik menjadi idAA+ Positif.

Pada 2024, untuk pertama kalinya SIG mencapai peringkat tertinggi dari Pefindo yaitu idAAA Stabil di mana nilai interest bearing debt telah turun signifikan per Juni 2024 menjadi Rp13,6 Triliun.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, kenaikan peringkat SIG ini merefleksikan kondisi keuangan yang sehat dan posisi Perusahaan yang kuat sebagai market leader industri bahan bangunan di Indonesia.

Baca Juga: Elnusa Perkuat Kemitraan dengan Universitas Pertamina untuk Tingkatkan Kompetensi SDM

Sebagai langkah untuk melanjutkan komitmen menjaga kinerja tetap positif, lanjut dia, SIG berfokus pada penguatan kapabilitas dalam penyediaan solusi bahan bangunan inovatif yang ramah lingkungan, peningkatan operational excellence pada aktivitas produksi dan manajemen jaringan distribusi, serta pengelolaan finansial yang baik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini