"Melalui program kolaboratif ini, kami berupaya mengubah lahan yang sebelumnya kering dan tidak produktif menjadi lebih hijau dan produktif," jelas Darmawan.
Baca Juga: DAMRI Hadirkan Layanan Gratis ke Bandara Kertajati Khusus Wisatawan yang Hendak Terbang ke Singapura
Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, terdapat 14 juta hektare lahan kritis di seluruh Tanah Air.
Dengan mengembangkan ekosistem biomassa berbasis pertanian terpadu, program ini dapat turut berkontribusi dalam upaya pemanfaatan lahan kritis.
"Kami akan memanfaatkan lahan kritis dengan luas total 1,7 juta hektare yang tersebar di seluruh tanah air sehingga mampu berkontribusi dalam upaya penurunan emisi sebesar 11 juta ton CO2e melalui co-firing biomassa," terang Darmawan.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Gelar Jambore MAKMUR, Upaya Regenerasi Petani untuk Pertanian Berkelanjutan
Lebih dari itu, program ini bahkan juga mampu meningkatkan kapasitas nasional dengan menghadirkan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan daerah, menggerakkan ekonomi kerakyatan sirkuler dan mengentaskan kemiskinan.
"Ke depan, kami menargetkan program ini akan melibatkan 1,25 juta masyarakat dan bernilai ekonomi sebesar Rp9,5 triliun per tahun," pungkas Darmawan.***
Artikel Terkait
Adu Skill, Kompetisi Konversi Motor Listrik PLN Libatkan 20 Sekolah Kejuruan
PLN Siapkan Listrik Andal untuk Smelter Freeport yang Baru Diresmikan Presiden Jokowi
Hari Ini! PLN Resmikan Pengembangan Ekosistem Biomassa di Tasikmalaya
Bersama Kementan, PLN Luncurkan Model Pertanian Terpadu, Upaya Kembangkan Bahan Co-Firing Biomassa
4 Tahun Bertransformasi, Aset PLN Tembus Rp1.691 Triliun