“Setiap paket terdiri dari 10 butir telur ayam dan 1 kg daging ayam,” jelas Wahyu.
Baca Juga: Cuma Bayar Rp50 Ribu, Warga Derawan Bisa Naik DAMRI Rute Tanjung Redeb - Tanjung Batu
Ia berharap, kerja sama penyaluran bantuan pangan tersebut dapat memenuhi asupan gizi bagi keluarga yang mempunyai balita rawan stunting serta bagi ibu hamil.
Sehingga dapat turut menurunkan tingkat prevalensi stunting di salah satu provinsi yang terletak di Indonesia Timur tersebut.
"Harapannya bantuan yang diberikan tersebut bisa bermanfaat dan segera bisa diolah untuk menambah asupan gizi bagi ibu hamil dan anak balita di wilayah NTT yang masuk ke dalam kategori rawan stunting," katanya.
Baca Juga: Sudah Dibuka! Ini Daftar Lengkap Hadiah Undi-undi Hepi Telkomsel Bulan Oktober 2024
Seperti diketahui Stunting di Provinsi NTT merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cukup mendesak dan memerlukan perhatian serius.
Berdasarkan berbagai laporan, NTT merupakan salah satu Provinsi kedua dengan angka stunting tertinggi di Indonesia setelah Provinsi Papua Pegunungan.
Pada tahun 2023 prevalensi stunting di Provinsi NTT sebesar 37,9 persen. Hal ini menunjukkan bahwa 37 hingga 38 dari 100 balita di Provinsi NTT mengalami stunting.
Sementara berdasarkan data aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat per Februari 2024, prevalensi stunting di NTT sebesar 15,2 persen atau sebanyak 61.961 anak stunting.***
Artikel Terkait
Perkuat Upaya Penurunan Stunting, Rajawali Nusindo Salurkan Jutaan Paket Bantuan Pangan di 4 Provinsi
Rajawali Nusindo Kirim 219.000 Paket Telur dan Daging Ayam ke NTT
Rajawali Nusindo Berpartisipasi dalam Pelatihan Klasterisasi Jagung di Kabupaten Magetan
Ayo Magang di BUMN! PT Rajawali Nusindo Buka Lowongan Posisi Legal dengan Syarat Berikut
PT Rajawali Nusindo Buka Lowongan Magang BUMN Posisi Staf Legal, Penempatan di Jakarta Selatan